Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Simak Fakta Menarik Van Ophuijsen, Ejaan Bahasa Melayu Sebelum Masa Kemerdekaan

Amin Basiri • Senin, 6 Mei 2024 | 16:51 WIB

Salah satu koran yang terbit tahun 1948 yang menggunakan ejaan Van Ophuijsen
Salah satu koran yang terbit tahun 1948 yang menggunakan ejaan Van Ophuijsen

RadarMadura.id – Pernahkan kalian melihat tulisan yang menggunakan ejaan lama dengan ejaan yang menggunakan OE untuk huruf O, TJ untuk huruf C, DJ untuk huruf J atau J untuk huruf Y?

Saat ini mungkin ejaan tersebut terdapat dalam berkas-berkas lama atau tertera pada cap barang peninggalan masa Belanda di museum.

Bagi generasi sekarang membaca dengan ejaan tersebut tentu sangat sulit, karena belum terbiasa dengan teorinya.

Tulisan dengan ejaan tersebut disebut dengan ejaan Van Ophuijsen yang dirancang oleh seorang pakar bahasa dari Belanda bernama Van Ophuijsen.

Tujuan Van Ophuijsen merancang ejaan tersebut guna untuk memudahkan bahan tulisan dalam bahasa melayu.

Sebenarnya, tulisan dalan ejaan Van Ophuijsen menggabungkan antara ejaan latin dengan ejaan Belanda.

Melansir dari berbagai sumber, Van Ophuijsen diresmikan pemerintah Belanda pada tahun 1901 dan telah digunakan selama 46 tahun

Van Ophuijsen selaku pencetus ejaan tersebut dibantu oleh dua rekan pakar bahasa dari Melayu yang bernama Nawawi Satu Soeta Makmoer dan Moh. Taib Sultan Ibrahim.

Tulisan ejaan Van Ophuijsen dirancang pada tahun 1896 atas perintah dari pemeritah Belanda saat itu.

Tulisan dalam ejaan Van Ophuijsen secara umum digunakan untuk menuliskan kata dalam bahasa Indonesia namun menurut paham orang Belanda.

Gabungan ejaan Van Ophuijsen akhirnya menggunakan konsep penulisan alphabet latin dan bunyi yang mirip dengan gaya bertutur orang Belanda.

Tulisan yang menggunakan ejaan Van Ophuijsen dikenal dengan istilah ejaan lama yang digunakan masa kolonial Belanda

Ciri-ciri ejaan Van Ophuijsen yang bisa kita kenali adalah sebagai berikut:

1. Penggunaan huruf J untuk bunyi konsonan pada lidah yang hamper menyentuh langit-langit, seperti Jang untuk kata Yang, Saja untuk kata Saya dan lain sebagainya

2. Penggunaan huruf TJ untuk bunyi konsonan gesek pascarongga-gigi nirsuar, seperti kata Patjar (pacar) dan Tjara (Cara)

3. Penggunaan di beberapa tanda diakritik seperti (`) pada kata Ra`yat dan Bapa`

4. Penggunaan huruf Dj untuk konsonan gesek pasca ronggga gigi bersuara, seperti Djakarta (Jakarta) dan Radja (Raja)

5. Penggunaan huruf Oe untuk vocal O pada kata Oemoem (umum) dan sempoerna (sempurna)

Demikianlah informasi singkat mengenai fakta menarik Van Ophuijsen, ejaan bahasa melayu sebelum masa kemerdekaan.

Editor : Amin Basiri
#belanda #bahasa #Van Ophuijsen #melayu #Ejaan