BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Bangkalan tahun ini mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) nonfisik Rp 700 juta untuk museum.
Anggaran ratusan juta tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai sederet program.
Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominant mengatakan, anggaran DAK nonfisik tersebut digunakan untuk membiayai tiga program.
Yaitu, program publik, pengelolaan koleksi museum, dan sarana-prasarana (sarpras). ”Anggaran DAK Nonfisik memang Rp 700 juta, tapi 50 persennya untuk program publik,” katanya.
Menurut dia, khusus program publik akan dibagi menjadi delapan sub kegiatan. Salah satunya, Pemilihan Cong Kene’ Bhing Ana', lomba mendongeng, jemparingan, vlog budaya, dan lain-lain.
”Nanti hadiah uang pembinaan langsung kami transfer kepada para juara,” tambahnya.
Hendra menjelaskan, program publik tersebut hingga saat ini belum dimulai. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
”Rencananya akan dimulai bulan ini. Tapi, puncaknya akan diselenggarakan pada Hari Jadi Bangkalan pada Oktober nanti,” pungkasnya. (ay/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana