Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ustad Holis Aktif Berdakwah hingga Luar Negeri

Berta SL Danafia • Sabtu, 6 April 2024 | 18:55 WIB
BERDAKWAH: Ustad Holis membaca buku saat ditemui di Fakultas Keislaman (Fkis), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Jumat (5/4). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
BERDAKWAH: Ustad Holis membaca buku saat ditemui di Fakultas Keislaman (Fkis), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Jumat (5/4). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Tak terhitung majelis yang sudah diisi Dr. Holis, S.H.I., M.H.I. untuk berdakwah.

Tidak hanya di dalam negeri, tokoh berusia 38 tahun ini juga berdakwah hingga ke luar negeri.

Kemampuan berdakwah pria yang akrab disapa Ustad Holis ini sudah tampak sejak masih mondok.

Ustad Holis menempuh pendidikan SMP dan SMA di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Surabaya.

Di pesantren ini, bakat dakwah Ustad Holis terasah. Dia rutin latihan menjadi dai selama di pesantren.

Setelah lulus SMA pada 2006, Ustad Holis memutuskan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dia memilih Universitas Islam Negeri Surabaya (Uinsa). Kala itu dia kuliah sambil mondok di Ponpes Nurul Huda.

Kemampuan Ustad Holis dalam berdakwah diakui oleh gurunya, Abdurrahman Nafis.

Suatu ketika, dia diminta untuk menggantikan gurunya untuk mengisi khotbah Jumat di masjid Surabaya.

”Saya dikasih jadwal ngisi khotbah Jumat oleh Kiai Abdurrahman Nafis untuk menggantikan beliau ketika berhalangan,” tuturnya.

Aktivitas dakwah Ustad Holis semakin padat. Tak jarang dia diundang mengisi ceramah di luar negeri.

Dia juga sering tampil di televisi nasional untuk mengisi ceramah. Selain itu, dia aktif mengisi ceramah di TV 9.

Menurutnya, ada tantangan yang sering dihadapi dalam dunia dakwah. Dia harus siap menghadapi masyarakat majemuk.

Sebab, audiens memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda. Ada yang masih awam dalam pengetahuan agama, ada juga yang sudah berpengalaman.

”Untuk mensinkronkan hal ini tidak mudah. Satu sisi materi yang saya sampaikan harus mudah dipahami oleh audiens yang masih awam,” katanya.

”Di sisi lain diterima audiens yang sudah berpendidikan,” urainya.

Tantangan lain bagi pendakwah adalah kemajuan zaman. Ustad Holis dituntut harus bisa beradaptasi.

Dia menyebut, berdakwah di tengah masyarakat perkotaan harus singkat, simpel, dan receh.

Karena itu, terkadang dia harus menganalogikan materi yang sulit dengan bahasa yang mudah diterima.

”Harus bisa menganalogikan sesuatu yang sulit dengan bahasa yang sederhana dan mudah diterima,” ungkapnya.

Selain aktif berdakwah, Ustad Holis mengajar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Ustad Holis juga aktif berorganisasi.

Yakni, menjadi bendahara PWNU Jawa Timur (Jatim) dan Sekretaris Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim.

”Kebetulan pernah di lembaga dakwah PWNU Jawa Timur. Jadi saya punya banyak kesempatan untuk belajar dari para senior dan guru,” paparnya.

Selain sibuk berdakwah dan mengajar, Ustad Holis juga aktif menulis.

Ada tujuh buku ilmiah yang sudah diterbitkan dan diedarkan. Selain itu, dia aktif menulis di berbagai jurnal dan media massa.

Saat ini, pria yang tinggal di Kecamatan Kenjeran, Surabaya, itu sedang merintis Pondok Pesantren Darul Kholisin.

Pesantren ini diproyeksikan untuk memfasilitasi mahahasiswa UTM yang ingin belajar pentingnya spiritualitas dan etika.

”Mudah-mudahan tahun ajaran baru nanti sudah bisa ditempati mahasiswa,” harapnya. (za/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#ustad #berdakwah