Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ra Habibi Berdakwah melalui Film Pendek, Mayoritas Konten Terinspirasi dari Hadis

Berta SL Danafia • Kamis, 4 April 2024 | 18:05 WIB
RAMAH: Lora Mohammad Habibi Badwi Muslim saat ditemui di kediamannya di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Senin (3/2) malam. (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
RAMAH: Lora Mohammad Habibi Badwi Muslim saat ditemui di kediamannya di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Senin (3/2) malam. (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Mohammad Habibi Badwi Muslim punya cara sendiri agar dakwahnya bisa diterima semua kalangan.

Yaitu, berdakwah melalui karya film pendek di media sosial (medsos). Cara tersebut dilakukan sejak enam tahun lalu.

Pria yang biasa disapa Ra Habibi itu membagikan konten pertamanya melalui laman YouTube.

Awalnya, kontennya tidak mendapat banyak respons dari publik. Bahkan, selama setahun, hanya 13  yang menonton tayangannya.

”Namun, saya tetap bertahan dengan kondisi seperti itu. Walaupun tidak terlalu aktif meng-upload video,” ucapnya ditemui di kediamannya di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan.

Alumnus IAI Al-Khairat Pamekasan itu bertekad memberikan sumbangsih positif di medsos. Terutama dalam kegiatan dakwah.

Ra Habibi yakin cara dakwahnya tersebut tersampaikan, diakses, dan diterima oleh banyak pihak.

”Jika dakwah dari panggung ke panggung, mungkin yang mendengarkan hanya mereka yang hadir dalam ceramah tersebut,” katanya.

DEKAT: Wakil Kepala JPRM Biro Pamekasan Moh. Ali Muhsin berfoto dengan Lora Mohammad Habibi Badwi Muslim. (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
DEKAT: Wakil Kepala JPRM Biro Pamekasan Moh. Ali Muhsin berfoto dengan Lora Mohammad Habibi Badwi Muslim. (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

”Namun, jika berdakwah melalui medsos, yang bisa mengakses tidak hanya segelintir orang, bisa ratusan hingga ribuan orang,” ulasnya.

Ra Habibi mengaku pernah bertemu dengan seorang youtuber terkenal, Aan Dranata. Yaitu, saat mendapat undangan berceramah di Kalimantan Barat.

Pertemuan tersebut yang menjadi cikal bakal putra KH. Ach. Badwi Muslim tersebut membuat konten.

”Bahkan, secara khusus Aan Dranata datang ke rumah agar saya aktif bikin konten,” ungkap Ra Habibi.

”Di situ mulai dibentuk tim digital dan pembuatan channel medsos. Mereka diajarkan teknik pengambilan video hingga teknik bikin konten,” terangnya.

Awalnya, Ra Habibi cukup kesulitan membangun chemistry di internalnya.

Sebab, SDM yang ada belum optimal memerankan karakter yang diinginkan dalam setiap konten. Akibatnya, pengambilan video harus diulang hingga beberapa kali.

Tidak lama dari itu, kontennya mulai dikenal banyak orang. Ra Habibi juga semakin rajin membuat konten film pendek.

SERIUS: Lora Mohammad Habibi Badwi Muslim memimpin proses pengambilan video di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan. (MOHAMMAD HABIBI BADWI MUSLIM UNTUK JPRM)
SERIUS: Lora Mohammad Habibi Badwi Muslim memimpin proses pengambilan video di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan. (MOHAMMAD HABIBI BADWI MUSLIM UNTUK JPRM)

Hampir setiap hari dewan a’wan Pondok Pesantren Nurul Ulum Bunangkah, Pamekasan, itu meng-upload video di medsos.

Semua video pendek yang di-upload tak pernah dikonsep selama berhari-hari. Rata-rata ide setiap konten terjadi secara spontan.

”Inspirasi temanya kebanyakan diambil dari hadis Riyadus Sholihin. Ada yang bagus, langsung ngonten,” ungkapnya.

Jalan dakwah yang dipilih Ra Habibi memang tidak selalu berjalan mulus. Dia menyadari setiap perbuatan pasti ada risiko.

Dalam berdakwah di medsos, dia tidak pernah lepas dari hujatan netizen. Namun, kondisi itu tak membuat semangatnya memudar.

”Tugas kita dalam menghadapi cacian atau hinaan adalah diam,” ujarnya.

”Sesekali jangan hiraukan hal-hal negatif dari mereka. Namun, tetaplah berbuat baik pada orang lain. Walaupun, kita tidak mendapat balasan kebaikan dari mereka,” ajaknya.

Ra Habibi menambahkan, menjadi konten kreator tidak menjadikannya lupa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya berdakwah.

Dia tetap menjadi tenaga pendidik di lembaganya. Juga aktif mengisi kajian di beberapa daerah. (afg/jup)

 

”Jika kamu selalu berpikir positif dan optimis, maka hidupmu akan selalu manis dan eksis. Sebaliknya, jika pikiranmu selalu negatif dan pesimis, maka hidupmu akan dipenuhi oleh tangis dan tragis”

 

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#konten #film pendek #habibi