PAMEKASAN, RadarMadura.id – Ratusan siswa kelas XII SMKN 3 Pamekasan meluapkan emosi terhadap pihak sekolah, Kamis (15/2).
Penyebabnya, tidak bisa mendaftar di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP).
Pemicunya, pihak sekolah tidak memfasilitasi pembuatan akun seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB). Aksi protes awalnya dilakukan di halaman sekolah.
Setelah dibujuk, ratusan siswa tersebut akhirnya bersedia menyampaikan aspirasinya di salah satu ruangan sekolah yang terletak di Kelurahan Bugih tersebut.
Salah seorang siswi SMKN 3 Pamekasan mengaku kecewa terhadap pihak sekolah yang mengabaikan masa depan peserta didiknya.
Padahal, SNBP menjadi salah satu jalur untuk bisa melanjutkan studi di PTN.
Selama ini, banyak siswa yang ingin diterima di PTN dengan jalur berbasis penilaian prestasi. Sebab, biaya pendidikan jalur SNBP lebih murah.
Kami mencoba untuk mengikhlaskan, dan saling menyemangati (sesama siswa) untuk planning selanjutnya,” ucapnya.
Siswa berhijab itu mengaku dipaksa berdamai dengan kenyataan pahit yang dialami bersama murid kelas XII.
”Sekolah juga sudah menjanjikan apa yang kami inginkan dan semoga saja ditepati,” ujarnya.
Kepala SMKN 3 Pamekasan Miftahol tidak menampik ratusan siswanya tidak bisa masuk ke PTN melalui jalur seleksi berbasis prestasi.
Hal tersebut murni karena kelalaian pihak sekolah. ”Kami akui ini kelalaian kami,” ujarnya.
Lembaganya sudah membentuk tim pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) untuk memfasilitasi siswa yang ingin melanjutkan kuliah.
Tim itu terdiri dari guru bimbingan konseling (BK) dan operator di lembaganya.
Namun, tim PDSS yang dibentuk ternyata lalai dalam melaksanakan tugas. Tim PDSS menganggap finalisasi pendaftaran masuk PTN jalur SNBP berakhir Rabu (14/2).
Akan tetapi, saat tim PDSS membuka laman pendaftaran pada Sabtu (10/2) dan Minggu (11/2) sudah tidak bisa diakses.
”Setelah ditelusuri, ternyata finalisasi itu ditutup Jumat (9/2) untuk sekolah. Sementara Rabu (14/2) finalisasi pendaftaran bagi para siswanya. Lalu, para siswa lapor ke kami pada Senin (12/2) tentu kami kaget akan hal itu,” katanya.
Tahol menambahkan, dari 358 siswa kelas XII, hanya 145 yang masuk eligible. Sedangkan yang berniat untuk mendaftar ke PTN melalui jalur SNBP sebanyak 34 siswa.
”Kami sudah meminta maaf kepada siswa dan sudah mengakui bahwa ini memang kelalaian kami. Untuk selanjutnya, kami akan melakukan pendampingan di jalur UTBK,” tukasnya. (ail/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta