RadarMadura.Id – Majas Hiperbola banyak ditemukan di berbagai teks karya sastra baik puisi dan prosa, namun juga tak jarang digunakan dalam teks jurnalistik dan karya ilmiah.
Majas Hiperbola dikenal dengan ragam bahasa yang digunakan dengan mengungkapkan segala sesuatu secara berlebihan.
Namun siapa sangka tanpa kita sadari, Majas Hiperbola juga sering ditemukan dalam percakapan sehari-hari.
Dengan tujuan untuk mengekspresikan dan memvisualisasi keadaan supaya lebih diterima, Majas Hiperbola digunakan dalam percakapan di berbagai situasi
Berikut adalah 15 Contoh Majas Hiperbola dalam Percapakan Sehari – Hari:
A: "Wah, hari ini panasnya minta ampun ya!"
B: "Iya, rasanya seperti berjalan di dalam oven!"
Situasi: Seseorang terlambat datang ke pertemuan.
A: "Kamu datangnya telat banget, lebih lambat dari kura-kura!"
B: "Maaf ya, macetnya luar biasa, rasanya waktu berhenti sejenak."
Situasi: Suatu tempat ramai sekali.
A: "Pasar ini rame banget, kayaknya seluruh penduduk kota ada di sini."
B: "Iya, jalan-jalan di sini kayak menyelam di dalam kerumunan manusia."
Situasi: Seseorang sangat lapar.
A: "Aku lapar banget nih, kayaknya perutku bisa bicara sendiri."
B: "Benar juga, perutku seperti menggema kelaparan."
Situasi: Seorang siswa sangat kesulitan dengan ujian.
A: "Ujiannya sulitnya kebangetan, kayaknya saya harus mengundang malaikat untuk membantu."
B: "Haha, setuju, kayaknya hanya malaikat yang bisa jawab soal ini."
A: "Kamu cantik banget hari ini!"
B: "Ah, janganlah berlebihan. Saya kan bukan ratu kecantikan, hanya manusia biasa."
Situasi: Pemandangan alam yang indah.
A: "Gunung itu begitu tinggi, hampir menyentuh langit!"
B: "Ya, benar-benar luar biasa. Rasanya seperti ada di dunia dongeng."
Situasi: Kecepatan internet yang sangat lambat.
A: "Aduh, internet di rumahku kayak siput lagi merangkak."
B: "Iya, loading satu halaman web aja kayak nonton film sejarah."
Situasi: Keramaian di pusat perbelanjaan.
A: "Wah, mall ini macetnya minta ampun!"
B: "Iya, kayaknya semua orang di kota ini memutuskan untuk belanja hari ini."
Situasi: Kekhawatiran yang berlebihan.
A: "Aku khawatir kalau kita terlambat, bos pasti akan marah besar!"
B: "Tenang, nggak mungkin dia meledak seperti bom nuklir karena kita terlambat sebentar."
A: "Aduh, kita ketinggalan pesawat! Ini bencana besar!"
B: "Iya, seolah-olah pesawat itu satu-satunya alat transportasi yang pernah ada di dunia."
Situasi: Kegembiraan yang luar biasa.
A: "Hari ini adalah hari terbaik dalam hidupku!"
B: "Wah, sehebat itu? Apa yang terjadi?"
A: "Saya menemukan kantong kacang yang berisi kacang ekstra besar!"
A: "Gagal lagi dalam ujian. Hidupku benar-benar hancur!"
B: "Sabar, itu hanya ujian. Bukan akhir dari segalanya."
Situasi: Seseorang yang sangat pelupa.
A: "Kamu pelupa banget, seringkali seperti ikan mas yang lupa dengan segalanya."
B: "Iya, aku harus mencatat segala sesuatu atau akan lupa di mana aku berada."
Situasi: Suara musik yang terlalu keras.
A: "Pesta tetangga semalam sangat keras! Sepertinya saya bisa merasakannya sampai di kedai kopi seberang jalan."
B: "Iya, sepertinya mereka berusaha mengadakan konser tanpa izin di sana."