SUMENEP, RadarMadura.id – SDN Pangarangan 3 (Pangga), Sumenep, mengedepankan adab daripada ilmu. Sebab, kepintaran tidak akan ada harganya apabila tidak memiliki adab (etika). Bahkan, ilmu akan menjadi berbahaya bila tidak dibarengi dengan etika (akhlak).
”Di tengah kemajuan zaman, kita harus mampu mengimbanginya dengan terus menanamkan akhlak yang baik sesuai ajaran agama dan khazanah budaya kearifan lokal Sumenep. Misalnya, adab atau sopan santun khas Sumenep,” terang Kepala SDN Pangga Zainal Jumat (20/10).
SDN Pangga memiliki tiga program unggulan. Pertama, program tahfiz. Selain menghafal, siswa menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Program kedua, stop bullying. Siswa diperkenalkan pengertian bullying, apakah ada bullying di sekitar mereka hingga langkah yang akan dilakukan apabila di sekolah ada kejadian tersebut.
”Sebelum marak kejadian itu di daerah-daerah lain, kami sudah mengantisipasi dengan memberikan pelajaran khusus kepada siswa,” terang Zainal.
Program ketiga yaitu adab atau sopan santun. Sedikitnya ada sembilan hal yang diterapkan SDN Pangga. Yakni, siswa meluruskan niat setiap pagi sebelum berangkat sekolah, kemudian nyongkem kepada orang tua. ”(Mencium tangan kedua orang tua) bukan diletakkan di dahi seperti budaya-budaya luar,” jelasnya.
Lalu, mengucapkan salam, berdiri apabila bertemu atau berhadapan dengan guru. Kemudian, mengucapkam ”dalem” apabila dipanggil, berjalan membungkuk (ngendhep) di depan guru dan para orang tua, menunduk apabila berjalan, dan tidak mendahului orang yang di depannya.
”Ketika menujukkan sesuatu biasakan menggunakan jempol, bukan telunjuk dan sebagainya,” jelasnya.
Proses belajar akan dipermudah dengan menerapkan sembilan kebiasaan positif itu. ”Insyaallah prestasi akan didapat dengan mudah,” pungkasnya. (via/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana