Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puluhan SD di Bangkalan Belum Sinkron, Dispendik Jemput Bola untuk Sukseskan ANBK

Ina Herdiyana • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 17:44 WIB
Foto (Radar Bromo)
Foto (Radar Bromo)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang sekolah dasar (SD) akan dilaksanakan Senin (23/10)–Kamis (26/10). Sementara saat ini masih tahap sinkronisasi dan simulasi. Namun, masih ada puluhan SD yang belum melakukan sinkronisasi.

Kasi Kurikulum dan Penilaian SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan Liring Prasetya mengutarakan, ada 686 sekolah di bawah naungan lembaganya. Perinciannya, 617 SD negeri dan 69 SD swasta. ”Kami memastikan, untuk negeri semuanya ikut ANBK,” ujarnya.

Dari sekian sekolah itu, ada 30 SD negeri dan swasta yang belum melakukan sinkronisasi untuk pelaksanaan ANBK. Namun, Liring tidak bisa membeberkan daftar sekolah yang belum melakukan sinkronisasi karena masalah teknis. Dia beralasan terkendala sinyal internet. ”Staf kami yang memegang datanya masih ada keperluan ke Sumenep,” imbuhnya.

Liring mengeklaim sudah menghubungi semua lembaga pendidikan yang belum melakukan sinkronisasi untuk persiapan pelaksanaan ANBK. Yaitu, mempersiapkan segala perangkat yang dibutuhkan. Sementara kendala yang dihadapi harus segera diatasi. ”Sudah kami hubungi semua proktor sekolah-sekolah yang belum melakukan sinkronisasi,” terangnya.

Perempuan berhijab itu menambahkan, tidak semua sekolah melaksanakan ANBK secara mandiri. Berdasarkan data yang diterima, empat SD negeri dan enam swasta akan menumpang untuk melaksanakan ANBK. Sekolah-sekolah itu menumpang karena perangkat yang dimiliki terbatas. ”Tidak memiliki komputer dan laptop yang cukup untuk melaksanakan ANBK mandiri,” sambungnya.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menyampaikan, ANBK menjadi sarana bagi pemerintah pusat untuk memetakan mutu pendidikan di tiap sekolah. Karena itu, dispendik harus  menyelesaikan persoalan puluhan lembaga yang belum melakukan sinkronisasi.

”Pemerintah harus jemput bola. Jangan sampai ada sekolah yang tidak melaksanakan ANBK karena kendala teknis yang sebenarnya bisa diatasi jauh-jauh hari,” pintanya.

Penilaian mutu pendidikan melalui skema ANBK dilaksanakan setiap tahun. Namun, setiap tahun pula masih ada sekolah yang belum dapat melaksanakan ANBK secara mandiri. ”Barangkali pemerintah membantu dari aspek penyediaan perangkat komputer agar ANBK bisa dilaksanakan secara serentak,” katanya. (jup/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Ina Herdiyana
#Dispendik Bangkalan #sekolah dasar negeri #sd #Asesmen nasional berbasis komputer #ANBK #pendidikan #radar madura