JAKARTA, RadarMadura.id – Temuan kesalahan ulasan buku pelajaran fiqih dan aqidah ahlak di Kabupaten Sampang, Jawa Timur oleh PCNU Sampang mendapat respon berbagai pihak. Kali ini datang dari senator H. Ahmad Nawardi.
Nawardi mendesak Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas segera menarik ribuan buku ajar fiqih dan akidah akhlak di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang salah di Sampang, Madura. Desakan itu disampaikan dalam rilis yang disampaikan kepada wartawan Minggu (6/8).
Seperti diberitakan, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) MWC NU Kedungdung, Sampang menemukan puluhan kesalahan pada sejumlah buku ajar fiqih dan akidah akhlak tingkat MTs hingga MA. Setelah dilakukan kajian di perguruan tinggi IAI Nata Sampang dan dikonsultasikan ke sejumlah ulama terdapat 69 kesalahan di beberapa buku paket pelajaran.
Temuan tersebut terdapat di salah satu buku yang diterbitkan oleh Erlanggga dengan total sebanyak 24 kesalahan. Kemudian buku terbitan Kemenag RI dengan 18 kesalahan. Terbitan Kemendikbud RI ada 13 kesalahan. Sedangkan dalam buku penerbit Tiga Serangkai ditemukan 13 kesalahan.
Nawardi menduga buku-buku pelajaran yang salah tersebut tidak hanya beredar di Sampang, tapi juga beredar di seluruh kabupaten di Jawa Timur.
“Bahkan mungkin buku itu sudah beredar di seluruh Indonesia” katanya.
Karena itu, Anggota Komite lll DPD RI yang membidangi pendidikan dan agama itu meminta Kementerian Agama RI segera merespon temuan tersebut. Tujuannya agar segera menarik seluruh buku yang salah dari peredaran.
Menteri agama juga diminta membentuk tim untuk mengkaji seluruh buku ajar fiqih dan akidah akhlak MTs dan MA yang diterbitkan oleh penerbit yang disebut diatas.
Selain itu, mantan anggota DPRD Jatim tersebut mendorong menteri agama melakukan investigasi untuk mencari tahu apakah kesalahan itu disengaja, kelalaian penerbit atau kesalahan tim penulis.
“Gus Menteri harus tegas menindak tegas jika ada kesengajaan,” pungkas mantan wartawan Tempo itu. (*/dry)
Editor : Hendriyanto