Asah Siswa SMPN 1 Pademawu Berpikir Kritis

Hera Marylia • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:59 WIB
SEMRINGAH: Siswa SMPN 1 Pademawu berswafoto usai mengikuti pelatihan jurnalistik yang bekerja sama dengan JPRM, Kamis (15/10). (FAHMI JALIL/JPRM)
SEMRINGAH: Siswa SMPN 1 Pademawu berswafoto usai mengikuti pelatihan jurnalistik yang bekerja sama dengan JPRM, Kamis (15/10). (FAHMI JALIL/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kemampuan berpikir kritis dalam memilah informasi sangat penting di era digital.

Melalui pelatihan jurnalistik, Kamis (15/10), siswa SMP Negeri 1 Pademawu belajar menggali informasi, memeriksa fakta, dan menyusun berita secara runtut.

Kepala SMP Negeri 1 Pademawu Syaiful Rizal menyambut baik pelatihan yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) tersebut.

Menurutnya, kegiatan jurnalistik dapat meningkatkan literasi sekaligus melatih keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan.

Baca Juga: BRI Perkuat KDKMP di Lampung dan Nganjuk untuk Dorong Ekonomi Desa

”Diharapkan dengan pelatihan ini dapat mengasah kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan menyikapi informasi yang mereka terima,” ungkap Syaiful Rizal.

Melalui materi dan praktik langsung, siswa belajar menyusun pertanyaan, melakukan wawancara, hingga menulis berita.

Kegiatan ini dinilai dapat mengasah keterampilan komunikasi dan kemampuan siswa dalam menyampaikan informasi secara sistematis.

SEMANGAT: Peserta pelatihan jurnalistik SMPN 1 Pademawu khidmat mengikuti pemaparan materi yang diberikan narasumber, Kamis (15/10). (FAHMI JALIL/JPRM)
SEMANGAT: Peserta pelatihan jurnalistik SMPN 1 Pademawu khidmat mengikuti pemaparan materi yang diberikan narasumber, Kamis (15/10). (FAHMI JALIL/JPRM)

Syaiful berharap, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan selesai, akan tetapi terus dikembangkan.

Siswa juga diharapkan lebih teliti dalam memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

”Ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya literasi siswa. Karena literasi sangat penting untuk mendukung pola pikir kritis dan kecakapan mereka dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan Ahmad Basri Yulianto melalui Kepala Bidang Sekolah Menengah Jamil menegaskan, jurnalistik sudah seharusnya menjadi bagian dari pembelajaran ekstrakurikuler di sekolah.

”Salah satunya untuk mengasah bakat dan minat siswa,” pungkasnya. (lil/han)

Editor : Hera Marylia
era digital SMPN 1 Pademawu penguatan budaya literasi dispendikbud pelatihan jurnalistik