Bupati Kholil Ajak Generasi Muda Rawat Tradisi, Buka Kejuaraan Karapan Sapi Tingkat Kabupaten

Hera Marylia • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 10:02 WIB
KOMITMEN: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman saat membuka event Karapan Sapi 2026 tingkat kabupaten di lapangan Murtajih, Kecamatan Pademawu, Minggu (11/10). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
KOMITMEN: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman saat membuka event Karapan Sapi 2026 tingkat kabupaten di lapangan Murtajih, Kecamatan Pademawu, Minggu (11/10). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Karapan sapi bukan sekadar perlombaan adu cepat. Tradisi khas Madura tersebut juga mengajarkan nilai ketekunan, disiplin, kerja keras, dan keberanian yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

Pesan itu disampaikan Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman saat membuka Lomba Karapan Sapi 2026 Tingkat Kabupaten Pamekasan, di Lapangan Murtajih, Kecamatan Pademawu, Minggu (11/10).

Menurutnya, karapan sapi merupakan warisan leluhur yang harus dijaga.

”Karapan sapi sebagai budaya harus kita pertahankan. Apabila di dalam karapan sapi ada hal-hal yang negatif, ayo kita bicarakan bersama untuk kesempurnaan pada masa-masa yang akan datang,” ungkap Bupati Kholil.

Baca Juga: Empat Tahun Berturut-turut, BRI Pertahankan Posisi Merek Paling Bernilai Versi Brand Finance

Mantan anggota DPR RI itu mengingatkan, tradisi lokal, termasuk karapan sapi, menghadapi tantangan yang luar biasa.

Terutama di tengah derasnya pengaruh budaya luar yang masuk melalui teknologi dan media sosial. 

”Apabila kita sekalian tidak mampu merawat dan memperkenalkan budaya sendiri, bukan tidak mungkin generasi mendatang hanya mengenal karapan sapi sebagai sebuah cerita dari masa lalu,” ujarnya,

Karena itu, Bupati Kholil mengajak semua pihak merawat dan memperkenalkan karapan sapi kepada generasi muda agar tidak sekadar menjadi cerita masa lalu.

Pengembangannya perlu menyesuaikan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya warisan leluhur.

”Prestasi tidak lahir secara instan. Prestasi lahir dari ketekunan, disiplin, kerja keras, keberanian, dan semangat untuk terus memperbaiki diri. Itulah nilai-nilai yang perlu kita wariskan kepada generasi muda Pamekasan,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Pamekasan Minta Perbup Ritel Modern Dievaluasi 

Bupati Kholil juga berharap Lomba Karapan Sapi Tingkat Kabupaten tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya.

Lebih dari itu juga diharapkan mempererat silaturahmi antar pemilik sapi, peserta, masyarakat, dan pemerintah. 

Sebagai kepala daerah, dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

Mulai dari peserta, pemilik sapi, panitia, tokoh-tokoh, serta masyarakat Pamekasan dan luar daerah yang mendukung terselenggaranya perlombaan tersebut.

”Kehadiran kita pada hari ini menunjukkan bahwa karapan sapi masih mendapatkan tempat yang istimewa di hati masyarakat Madura, khususnya masyarakat Pamekasan,” ujarnya.

Bupati juga menekankan bahwa tradisi karapan sapi tidak semata-mata tentang perlombaan, kemenangan, nilai sejarah, keterampilan, gotong royong, dan sportivitas.

ANTUSIAS: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, Ketua DPRD Ali Masykur, dan sejumlah forkopimda menghadiri pembukaan Karapan Sapi 2026 tingkat kabupaten di Lapangan Murtajih, Kecamatan Pademawu, Minggu (11/10). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
ANTUSIAS: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, Ketua DPRD Ali Masykur, dan sejumlah forkopimda menghadiri pembukaan Karapan Sapi 2026 tingkat kabupaten di Lapangan Murtajih, Kecamatan Pademawu, Minggu (11/10). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

Baca Juga: Kopri PC PMII Pamekasan Kawal Hak Korban Difabel Kasus Kekerasan Seksual

Akan tetapi karapan sapi turut menggerakkan ekonomi masyarakat.

”Oleh sebab itu, karapan sapi harus kita rawat, kita harus memiliki kebulatan tekad bagaimana pengembangan karapan sapi ke depan sehingga sesuai dengan kebutuhan zaman,” pesannya.

Ketua Paguyuban Karapan Sapi Keluarga Madura (Pakar Sakera) Pamekasan Moch. Fahrurozi menyebut, lomba karapan sapi tingkat kabupaten menjadi ajang seleksi sapi pacu terbaik untuk berlaga di Piala Presiden.

Sebanyak 48 peserta ambil bagian dalam perlombaan tersebut.

Pelaksanaan Piala Kabupaten 2026 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena tidak melalui seleksi tingkat kawedanan.

Skema tersebut diterapkan karena keterbatasan anggaran dan sesuai kesepakatan dengan Ketua Pakar Sakera se-Madura.

Baca Juga: Harga Mobil Listrik BYD Seal dan Sealion 7 Jadi Perhatian Setelah Penyesuaian, Simak Perkiraan Harga

”Dengan catatan mengambil 48 pasang sapi, dan per sapi dikenakan iuran Rp 2,5 juta,” ungkapnya. 

Rozi berharap, pemerintah daerah ke depan dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap pelaksanaan karapan sapi.

Salah satunya melalui alokasi anggaran khusus setiap tahun sehingga tahapan seleksi dan pembinaan terhadap sapi pacu lebih maksimal.

”Semua yang masuk final, juara 1, 2 dan 3, nanti punya tiket menjadi perwakilan kabupaten untuk berlaga di Piala Presiden,” pungkasnya. (lil/bil)

Editor : Hera Marylia
lomba karapan sapi Bupati Kholil Generasi Muda tradisi Tingkat Kabupaten