PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bagi buruh pabrik rokok di Pamekasan belum rampung.
Bantuan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tersebut masih disalurkan secara bertahap kepada para penerima.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso menyataka, penyaluran BLT DBHCHT mulai dilakukan sejak Rabu (23/9).
Realisasinya, dilakukan secara bertahap dengan menyasar penerima dari sejumlah perusahaan rokok (PR) yang telah ditetapkan.
Herman menyebut, jumlah penerima BLT DBHCHT yang disalurkan untuk buruh pabrik rokok mencapai 5.935 orang.
Mereka tersebar di 64 perusahaan rokok yang menjadi sasaran program bantuan tersebut.
”Penyalurannya bertahap,” kata Herman saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura Minggu (27/9).
Saat ini baru sebagian pekerja perusahaan rokok yang telah menerima bantuan.
Yakni, pekerja PR Jawara, Suryaguna, Mikail, Gudang Alam, dan Grujugan.
Namun demikian, Herman belum bisa memerinci total buruh pabrik rokok yang sudah menerima bantuan DBHCHT tersebut.
Dia beralasan rekapitulasi baru akan dilakukan setelah seluruh bantuan tersalurkan.
Herman menambahkan, proses distribusi masih berlangsung hingga seluruh penerima dari 64 perusahaan rokok tersebut mendapatkan haknya sesuai ketentuan.
”Kalau sesuai jadwal, berakhir pada 3 Oktober,” tegasnya.
Direktur CV Jawara Internasional Djaya Marsuto Alfianto mengakui buruh di perusahaannya sudah menerima BLT DBHCHT pada Kamis (24/9).
Adapun jumlah penerima tahun ini menjadi yang terbanyak, sejak program BLT buruh disalurkan di perusahaan tersebut.
“Penyaluran pertama hanya mendapatkan 177 orang. Sekarang 537 orang, terbanyak bukan cuma di Pamekasan, terbanyak se-Madura,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia