Bupati Kholil Support Perbaikan Jalan Swadaya, Salurkan 22 Drum Aspal dan Bantuan Tunai

Hera Marylia • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 07:30 WIB
KOMITMEN: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyerahkan bantuan uang tunai kepada warga Desa Pegantenan, Kecamatan Pegantenan, yang melakukan swadaya perbaikan jalan, Kamis (24/9). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
KOMITMEN: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyerahkan bantuan uang tunai kepada warga Desa Pegantenan, Kecamatan Pegantenan, yang melakukan swadaya perbaikan jalan, Kamis (24/9). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah belum mampu menangani seluruh kebutuhan infrastruktur secara maksimal.

Kondisi itu mendorong masyarakat Desa Pegantenan, Kecamatan Pegantenan, mengambil inisiatif memperbaiki jalan secara swadaya.

Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman turut memberi dukungan terhadap upaya tersebut.

Orang nomor satu di Kota Gerbang Salam itu meninjau langsung perbaikan jalan yang dikerjakan masyarakat secara gotong royong Kamis (24/9).

Baca Juga: Siswa MIS Ar-Raudlah Sabet Medali Emas di Malaysia, Lewat Riset Biji Nyamplung sebagai Sumber Energi

Pemkab Pamekasan memberikan dukungan berupa 22 drum aspal. Sebanyak 15 drum telah disalurkan sebelumnya.

Kemudian, pemkab menambah tujuh drum untuk melanjutkan perbaikan jalan tersebut.

Tak hanya material, Bupati Kholil juga memberikan bantuan uang tunai.

Dukungan itu disebut sebagai bentuk partisipasi pemerintah daerah terhadap upaya masyarakat memperbaiki akses jalan di lingkungannya.

”Partisipasi dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan sudah saya sampaikan. Sekalipun tidak besar, ada bantuan aspal,” ungkapnya.

Menurut dia, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga hasil pembangunan jalan yang dilakukan masyarakat bisa lebih optimal.

”Sehingga jalan yang sedang dibangun oleh masyarakat itu terasa hasilnya,” ujarnya.

Bupati Kholil menegaskan, pemkab akan tetap memberikan dukungan terhadap masyarakat yang berinisiatif melakukan pembangunan secara swadaya.

Baca Juga: Tim PKM UTM Gelar Pelatihan M-AIGL Berbasis IFP dan Workshop Media Pembelajaran bagi Guru SD

Sebab, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting di tengah keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Mantan anggota DPR RI itu sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena pemkab belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan, khususnya infrastruktur jalan.

”Kami mohon maaf, kami tidak bisa berada di garda terdepan dalam pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur jalan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, keterbatasan anggaran juga dialami daerah lain.

Pemangkasan anggaran membuat ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan infrastruktur semakin terbatas. 

”Kabupaten kota yang lain juga sama. Karena ada pemangkasan anggaran itu sama,” tuturnya.

Pengasuh Ponpes Matsaratul Huda, Panempan, itu berharap kondisi fiskal segera membaik.

Dengan begitu, pemkab memiliki ruang yang lebih besar untuk kembali menggenjot pembangunan infrastruktur. 

”Kami berharap situasi ini segera bisa berlalu dan segera bisa normal,” tegasnya.

BERI SUPPORT: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman meninjau langsung perbaikan jalan secara swadaya di Desa Pegantenan, Kecamatan Pegantenan, Kamis (24/9). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
BERI SUPPORT: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman meninjau langsung perbaikan jalan secara swadaya di Desa Pegantenan, Kecamatan Pegantenan, Kamis (24/9). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

Tak Bisa Terus Menunggu

Sementara itu, Kepala Desa Pegantenan Sulastri mengapresiasi perhatian Bupati Kholil terhadap perbaikan jalan tersebut.

Dia menegaskan, perbaikan jalan dilakukan murni melalui swadaya masyarakat, bukan proyek pemerintah.

Swadaya dipilih karena masyarakat tidak bisa terus menunggu perbaikan dari pemerintah.

Baca Juga: Bantuan PKH Diduga Dipotong, KKS KPM Dikuasai Ketua Kelompok, Penerima Hanya Terima Rp 370 Ribu

 Terlebih, kemampuan anggaran desa juga terbatas. Dana desa yang tersisa sekitar Rp 300 juta telah dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.

”Jaraknya kurang lebih 800 kilometer–1 kilometer. Ini nanti juga berlanjut secara berkala. Di beberapa dusun yang lain juga sudah mulai mengumpulkan dana,” sebutnya.

Menurut Sulastri, kehadiran bupati tidak hanya membantu dari sisi material.

Kehadiran tersebut juga menjadi penyemangat bagi masyarakat yang bergotong royong memperbaiki akses jalan.

Dia berharap dukungan serupa diberikan pada desa-desa yang menghadapi keterbatasan anggaran namun memiliki inisiatif membangun secara swadaya.

”Kalau memang anggaran tidak mampu, cara-cara harus terus dilakukan. Tolong kalau ada swadaya, desa dibantu,” pesannya. (lil/han)

Editor : Hera Marylia
Desa Pegantenan 22 drum aspal kehadiran bupati swadaya masyarakat perbaikan jalan