Dua Bulan Antrean Belum Terurai, Pertamina Klaim Distribusi Tetap Normal

Hera Marylia • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 08:16 WIB
TERTIB: Pengendara mengantre Pertalite di SPBU Jalan Pintu Gerbang Pamekasan Selasa (22/9). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
TERTIB: Pengendara mengantre Pertalite di SPBU Jalan Pintu Gerbang Pamekasan Selasa (22/9). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM) 

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Antrean BBM bersubsidi di sejumlah SPBU Pamekasan belum juga terurai.

Kondisi tersebut berlangsung sekitar dua bulan dan hingga kini kendaraan masih mengular di beberapa titik.

Pertamina Patra Niaga memastikan kondisi itu bukan disebabkan keterlambatan pengiriman.

Pasokan Pertalite dan Biosolar disebut tetap berjalan normal dengan stok yang terus dipantau.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, antrean lebih dipengaruhi peningkatan pembelian masyarakat.

Kekhawatiran tidak mendapatkan BBM membuat sebagian konsumen membeli melebihi kebutuhan.

Baca Juga: Warga Geram, SPBU Layani Pembelian BBM dengan Jeriken, Pertamina: Jika Tak Ada Rekom Termasuk Ilegal

Kondisi itu juga dipicu informasi mengenai kemacetan akses jalan raya Ketapang–Banyuwangi.

Kabar tersebut membuat sebagian masyarakat memilih mengisi BBM lebih awal sehingga terjadi penumpukan kendaraan di sejumlah SPBU.

”Pertamina terus memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran BBM bagi masyarakat. Kami mengimbau konsumen membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying,” kata Ahad.

Menurut dia, pengiriman BBM ke SPBU tetap dilakukan sesuai kebutuhan.

Pertamina juga terus memantau stok dan berkoordinasi dengan lembaga penyalur untuk menjaga kelancaran pelayanan.

Pertamina meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan.

Warga juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar melalui media sosial.

Untuk memastikan informasi dan penanganan keluhan, masyarakat dapat menghubungi contact Pertamina 135.

Pertamina menyatakan pemantauan bersama lembaga penyalur akan terus dilakukan agar antrean tidak kembali memanjang.

Pengendara asal Pamekasan Riski Rizaldi mengatakan, antrean BBM hingga kini masih mengular.

Baca Juga: Pertalite Langka di Sejumlah SPBU Bangkalan, Pertamina Sebut Ada Kendala Administrasi

Kondisi tersebut membuat pengendara harus meluangkan waktu lebih lama hanya untuk mendapatkan BBM.

”Kalau tidak antre, biasanya Pertalite atau Solar kosong. Jadi mau tidak mau tetap harus ikut antre. Hampir setiap stasiun pengisian BBM mengalami kondisi yang sama, entah sampai kapan ini akan berakhir,” ujarnya.

Menurut Riski, kondisi paling menyebalkan ketika sudah mengantre cukup lama tetapi tidak kebagian BBM.

Pengendara akhirnya harus mencari SPBU lain dengan risiko kembali menghadapi antrean panjang.

Di sisi lain, antrean yang bertahan hingga berbulan-bulan menunjukkan persoalan di lapangan belum sepenuhnya selesai.

Terlebih sebelumnya Pemkab Pamekasan menemukan adanya praktik pembelian BBM subsidi yang tidak sesuai ketentuan.

Pemkab juga menyebut keterlambatan pasokan pada awal September dan lonjakan pemakaian sebagai salah satu pemicu antrean.

Selain itu, pembelian menggunakan jeriken dalam jumlah kecil turut ditemukan saat dilakukan pemantauan di sejumlah SPBU. (afg/han)

Editor : Hera Marylia
peningkatan pembelian pertamina bbm bersubsidi pertalite spbu