Sumber Taman Jadi Tumpuan Warga Desa Waru Timur, Manfaat Paling Terasa saat Musim Kemarau

Hera Marylia • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 07:20 WIB
SUMBER KEHIDUPAN: Warga memanfaatkan sumber air yang terletak di Dusun Lembanah, Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Pamekasan, Minggu (20/9). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
SUMBER KEHIDUPAN: Warga memanfaatkan sumber air yang terletak di Dusun Lembanah, Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Pamekasan, Minggu (20/9). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sebuah sumber mata air mengalir dari celah bebatuan di Desa Waru Timur, Kecamatan Waru. Tepatnya di Sumber Taman.

Bagi warga, sumber mata air itu bukan sekadar tempat memenuhi kebutuhan, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Keberadaan Sumber Taman juga bukan cerita baru. Sebuah penelitian menyebut mata air di pelosok desa itu memang dikenal memiliki potensi yang cukup luar biasa.

Sebuah studi menyebut, sumber mata air itu memiliki debit sekitar 90 liter per detik.

Kualitas airnya pun tergolong baik. Dalam data yang sama, Sumber Taman tercatat memiliki tingkat kekeruhan sangat jernih dengan status mutu sangat baik.

Baca Juga: Menantu Habisi Mertua, Diduga Sakit Hati karena Diminta Bayar Utang

Holil, warga setempat, mengatakan, Sumber Taman sudah dikenalnya sejak masih kecil.

Menurut dia, keberadaan mata air tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan warga sejak dulu.

”Sejak saya masih kecil, sumber ini sudah ada. Kami tidak tahu pasti kapan air ini muncul. Sampai saat ini airnya tetap mengalir meskipun musim kemarau panjang,” katanya.

Bagi Holil, derasnya aliran air tidak berarti sumber tersebut bisa dijadikan ladang bisnis.

Warga selama ini memanfaatkannya untuk kepentingan bersama.

”Airnya untuk masyarakat. Tidak bisa dibisniskan, dan itu aturannya. Tidak boleh ada yang memanfaatkan sumber mata air ini sebagai ladang bisnis,” ungkap ayah satu anak itu.

Manfaat Sumber Taman paling terasa saat kemarau. Ketika sumber air lain mulai berkurang, warga bisa datang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Khotimah, warga Dusun Tobalang III, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, mengatakan, sumber tersebut sangat membantu masyarakat.

Baca Juga: Sharia Wealth Forum 2026, BRI Wealth Management Dorong Diversifikasi Investasi Syariah

Terutama saat kemarau tiba, ketika kebutuhan air semakin sulit dipenuhi.

”Kalau musim kemarau seperti sekarang ini sangat membantu. Bisa buat nyuci baju, bisa juga buat mandi. Hitung-hitung bisa mengurangi pengeluaran untuk bayar listrik juga,” tuturnya.

Di sisi lain, air Sumber Taman juga dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi. Warga Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Muhammad Tarun mengatakan, airnya bisa diminum karena sangat jernih.

”Air dari sumber ini bisa diminum. Airnya jernih. Sebelum diputuskan untuk saya minum bersama keluarga, saya lebih dulu menyimpannya di galon selama tiga bulan. Airnya tetap jernih,” kata Tarun.

Keberadaan Sumber Taman bahkan menjadi bagian dari cerita rakyat masyarakat Waru Timur.

Penelitian yang dilakukan pada 2024 mencatat adanya cerita lisan mengenai Sumber Air Taman Sari yang diwariskan secara turun-temurun.

Kini, Sumber Taman tetap mengalir tanpa mengenal musim. Bagi warga Waru Timur, mata air itu bukan sekadar sumber air, tetapi warisan alam yang masih memberi manfaat hingga hari ini. (afg/jup)

Editor : Hera Marylia
Desa Waru Timur Sumber Taman sumber air mata air Warisan Alam