Pemkab Pamekasan Minta Tambahan Kuota Pertalite 23 Ribu KL

Hera Marylia • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 07:52 WIB
ANTRE: Sejumlah kendaraan sedang antre di SPBU 54.693.02 Jalan Trunojoyo, Pamekasan, Sabtu (19/9). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
ANTRE: Sejumlah kendaraan sedang antre di SPBU 54.693.02 Jalan Trunojoyo, Pamekasan, Sabtu (19/9). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengusulkan tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite hampir 23 ribu kiloliter (KL).

Itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan hingga akhir 2026.

Usulan itu diajukan di tengah minimnya ketersediaan Pertalite di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Gerbang Salam. Sehingga, memicu antrean panjang.

”Karena kebutuhan diperkirakan meningkat menjelang akhir tahun, pemkab mengajukan tambahan alokasi hampir 23 ribu KL,” ungkap Kepala Bagian Perekonomian Setkab Pamekasan Sri Puji Harijani Minggu (20/9).

Penambahan kuota BBM bersubsidi diperlukan sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan konsumsi pada penghujung tahun.

Dengan begitu, ketersediaan BBM bersubsidi di tingkat konsumen bisa tetap terjaga.

Puji menambahkan, alokasi Pertalite untuk Pamekasan di 2026 hanya 75.430 KL.

Jumlah tersebut setara dengan 198 KL per hari. Adapun serapan hingga Mei 2026 tercatat mencapai 29.776 KL. 

”Kalau usulan penambahan kuota dipenuhi sesuai permintaan, insyaallah cukup sampai akhir tahun,” kata Puji.

Selain penambahan alokasi, Pemkab Pamekasan meminta pengelola SPBU memperketat penyaluran Pertalite melalui barcode.

Puji mengingatkan agar pembelian menggunakan jeriken dalam jumlah tidak wajar tidak dilayani.

”Kalau datanya lengkap dan manajemennya bagus, kami pantau selalu mencukupi. Artinya, SPBU tersebut tidak asal memberikan BBM,” tegasnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi mendukung upaya penambahan kuota Pertalite tersebut.

Persoalan antrean tidak hanya dipicu persoalan distribusi, akan tetapi kebutuhan yang meningkat setelah ada kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax.

Kuota Pertalite untuk Pamekasan mengalami pengurangan hingga 6,8 persen dari sebelumnya yang mencapai 80.942 KL di 2025. Sementara tahun ini hanya 75.430 KL.

”Kami juga sudah bersurat ke DPR RI untuk dikoordinasikan. Harapannya, kuota 2027 bisa ditambah 30 persen sesuai kebutuhan sebagaimana hasil koordinasi dengan dinas-dinas,” pungkasnya. (lil/jup)

Editor : Hera Marylia
ketersediaan Pertalite 23 ribu KL BBM spbu