PAMEKASAN, RadarMadura.id – Minat masyarakat Pamekasan terhadap buku fisik mulai menurun. Namun, kondisi tersebut tidak membuat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pamekasan menghentikan pengadaan buku baca manual.
Tahun ini, anggaran sekitar Rp 40 juta tetap disiapkan untuk membeli koleksi buku fisik. Padahal, berdasarkan evaluasi 2025, pemanfaatan buku manual hanya berada di kisaran 62 persen atau lebih rendah.
Kepala Dispusip Pamekasan Munapik mengakui perilaku masyarakat mulai berubah. Membaca dan menyerap informasi melalui internet kini jauh lebih diminati dibandingkan membaca buku secara manual.
"Ada penurunan terhadap pemanfaatan buku manual. Kalau penggunaan internet sudah di atas 70 persen," kata Munapik saat diskusi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, kemarin (15/9).
Menurut dia, data tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat mulai beralih ke bahan bacaan yang lebih mudah diakses melalui perangkat digital. Karena itu, kebutuhan terhadap buku elektronik atau e-book dinilai semakin besar.
"Kami pegang data pada 2025, hasil penilaian terhadap minat baca dan lain sebagainya itu ternyata untuk penggunaan atau memanfaatkan buku-buku yang sifatnya manual ada di kisaran 62 persen ke bawah. Sebaliknya, pemanfaatan internet 70 persen ke atas," ujarnya.
Meski begitu, pengadaan buku fisik tetap dipertahankan. Anggaran Rp 40 juta disiapkan untuk menambah koleksi sekaligus menjaga layanan perpustakaan yang masih membutuhkan bahan bacaan cetak.
Di sisi lain, Dispusip Pamekasan mulai menyiapkan arah pengembangan koleksi digital. E-book dinilai lebih sesuai dengan perubahan kebiasaan masyarakat yang kini semakin terbiasa mencari dan membaca informasi melalui internet.
"Yang dibutuhkan sekarang adalah buku elektronik. Kami berharap dengan adanya e-book, akses masyarakat terhadap bahan bacaan bisa lebih luas meskipun anggaran terbatas," ungkap Munapik. (afg/yan)
Editor : Amin Bashiri