PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Hasil panen tembakau belum seluruhnya menemukan pasar. Sebab, sebagian petani masih menunggu tanaman di sawah masuk masa panen.
Salah satunya dialami oleh petani tembakau asal Kecamatan Waru Mawerdi. Tembakau miliknya hingga kini belum seluruhnya terserap. Beberapa lahan sudah memasuki masa panen, tetapi masih ada tanaman yang belum dipanen karena ditanam belakangan.
”Punya saya masih belum terbeli. Ada beberapa lahan yang sudah panen, tetapi yang tanamnya belakangan masih belum panen,” kata Mawerdi pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), kemarin (13/9).
Kondisi serupa dialami oleh Junaidi, petani tembakau asal Kecamatan Pegantenan. Sebagian tembakau miliknya masih berada di sawah karena belum memasuki waktu panen.
”Tembakau saya juga masih ada yang di sawah, belum panen. Meski sudah banyak punya tetangga yang terjual, saya juga berharap tembakau milik saya tetap terserap dengan harga yang sepadan,” ujar Junaidi.
Kondisi tersebut menjadi tantangan karena masa panen diperkirakan masih berlangsung hingga dua bulan ke depan. Artinya, pasokan tembakau dari petani masih berpotensi terus bertambah.
Kepala Disperindag Pamekasan Muharram mengatakan, serapan tembakau masih berjalan. Saat ini, lebih dari 16 ribu ton tembakau telah terserap melalui pabrikan nasional, perusahaan rokok lokal, dan pembelian pribadi.
Menurut dia, proses pembelian masih terus dipantau pemerintah. Pengawasan dilakukan untuk memastikan transaksi di tingkat gudang maupun pabrikan berjalan dan hasil panen petani tetap terserap.
”Untuk harga, tembakau kualitas bagus saat ini masih berada di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu per kilogram,” kata mantan kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan itu.
Di sisi lain, produksi tembakau Madura tahun ini diperkirakan mencapai 50 ribu ton. Besarnya produksi tersebut membuat proses penyerapan menjadi perhatian, terutama karena masih banyak tanaman yang belum memasuki masa panen.
Pemerintah berharap proses pembelian terus berjalan seiring masuknya tembakau dari lahan yang belum dipanen. Muharram menegaskan, Pemkab Pamekasan akan terus mengikuti perkembangan serapan di lapangan. (afg/han)
Editor : Amin Bashiri