Mengenal Ali Zainal Abidin, Pengusaha Asal Pamekasan, Usung Konsep MBG sebagai Ladang Amal

Hera Marylia • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 08:52 WIB
SANTAI: Direktur Utama Central 88 Gold & Jewellery Ali Zainal Abidin saat diwawancara wartawan Kamis (10/9). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
SANTAI: Direktur Utama Central 88 Gold & Jewellery Ali Zainal Abidin saat diwawancara wartawan Kamis (10/9). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Di balik kesibukan menjalankan bisnis, Ali memberi perhatian besar kepada anak yatim, kaum duafa, dan warga yang membutuhkan.

Baginya, keberhasilan usaha tidak cukup hanya diukur dari sisi materi.

Kepedulian itu diwujudkan melalui berbagai aksi sosial. Salah satunya lewat Yayasan Sosial Bashra Bani Insan Peduli (BIP) yang didirikannya.

Melalui Bashra BIP, Ali menyalurkan bantuan kepada anak yatim, duafa, dan masyarakat yang membutuhkan.

Gerakan tersebut menjadi salah satu wadah baginya untuk menjaga kepedulian agar terus berjalan.

Baca Juga: Desain Kamera OPPO A7 Pro Bikin Salah Fokus, HP Android Ini Resmi Hadir dengan Gaya Mirip iPhone

Selain melalui yayasan, Ali juga mengusung konsep MBG atau Membeli Sama Dengan Berbagi.

Konsep itu membuat transaksi usaha tidak sekadar berakhir pada pembelian, tetapi juga memiliki manfaat sosial.

”Yang paling penting adalah bagaimana niat berbagi itu benar-benar sampai kepada yang berhak. Jangan sampai hanya menjadi slogan,” ujar Ali, Kamis (10/9).

Kepedulian terhadap anak yatim telah menjangkau ribuan penerima.

Di Madura saja, tidak kurang dari enam ribu anak yatim disebut telah merasakan manfaat dari aksi sosial tersebut.

Jangkauannya bahkan meluas ke luar Pulau Garam.

Kepedulian Ali turut menyasar anak yatim di Lamongan, Malang, Yogyakarta, hingga kawasan Jabodetabek.

Bagi Ali, semakin banyak orang ikut bertransaksi, semakin besar pula manfaat yang bisa dibagikan.

Baca Juga: Bocoran Honor Magic9 Pro Max, Video Hands-On Ungkap Desain Baru, Tombol Samping hingga Kamera 200 MP

Karena itu, dia memilih memperluas jumlah penerima ketimbang mengejar keuntungan pribadi semata.

”Semakin banyak transaksi, semakin banyak pula yang bisa kita bagikan. Saya ingin sebanyak mungkin orang ikut menjadi bagian dari kebaikan ini,” tuturnya.

Aksi berbagi juga rutin dilakukan setiap Jumat. Ali mengatur aktivitas usahanya agar tidak mengganggu ibadah salat Jumat.

Setelah itu, kegiatan berlanjut melalui Jumat Berkah di kediamannya.

Sejumlah dagangan pedagang kaki lima (PKL) diborong untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

”Semua dagangan di sekitar toko emas ini akan kami borong dan diberikan kepada warga,” katanya.

Perhatian itu juga diberikan kepada orang-orang yang bekerja bersamanya.

Ali memastikan karyawan mendapatkan kehidupan yang layak karena mereka menjadi bagian penting dalam menjaga roda usaha sekaligus kepedulian sosial.

”Saya ingin orang-orang yang bekerja bersama saya juga bisa hidup layak. Mereka adalah bagian penting dari perjalanan ini,” tegas pria berbadan tegap itu.

Komitmen Ali tidak berhenti pada pemberian bantuan. Dia  juga menjaga agar hak anak yatim dan duafa tidak bercampur dengan kepentingan pribadi.

Baca Juga: Mengikuti Maulid Nabi di Masjid Syaikhona Kholil, Kirab Gunungan Buah, Ribuan Warga Larut dalam Doa

Baginya, amanah harus dijaga sejak bantuan dikumpulkan hingga diterima oleh mereka yang berhak.

Prinsip tersebut bahkan menjadi komitmen bersama keluarga besarnya.

Ke depan, gerakan sosial itu masih ingin diperluas. Ali menargetkan sedikitnya enam ribu anak yatim dapat kembali ter-cover dari hasil usaha yang dijalankannya.

Data penerima bantuan juga terus diperbarui. Jaringan kepedulian diupayakan semakin luas hingga menjangkau daerah-daerah lain.

Ali mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat terhadap konsep berbagi yang dibawanya.

Dukungan tersebut bahkan disebut berada di luar ekspektasi pribadinya.

Gerakan tersebut juga mendapat respons dari pembeli.

Niza Zulnia Putri mengaku baru pertama kali membeli emas di Central 88 Gold & Jewellery. 

Konsep MBG menjadi salah satu hal yang membuatnya tertarik.

Niza merasa pembelian yang dilakukan sekaligus menjadi kesempatan untuk ikut berbagi.

”Ini pengalaman pertama saya membeli emas di sini. Saya tertarik dengan konsep yang diusung, membeli berarti berbagi,” kata Niza. (afg/yan)

Editor : Hera Marylia
Ali Zainal Abidin Bashra BIP konsep MBG Central Gold 88 & Jewellery berbagi