PAMEKASAN, RadarMadura.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus merawat tradisi intelektual melalui International Conference on Islamic Studies (ICONIS) Ke-10 2026.
Forum internasional tersebut menjadi ruang untuk menggali kembali warisan keilmuan ulama Nusantara sebagai sumber pengetahuan dalam membangun peradaban.
ICONIS 2026 mengusung tema Tracing Ulama' Nusantara's Intellectual Legacy for Sustainable Civilization and Global Wisdom.
Kegiatan dibuka Menteri Agama KH Nasaruddin Umar melalui staf khususnya, Faried F. Saenong.
Baca Juga: Harga Mulai Rp139 Ribuan, Power Bank Energizer Terbaru Tawarkan Kapasitas Besar hingga 20.000mAh
Beragam pemikiran dan dinamika sosial dibahas dalam forum tersebut.
Tujuannya, menghidupkan kembali khazanah intelektual ulama Nusantara agar tetap relevan dengan tantangan zaman.
Antusiasme akademisi cukup tinggi. Tercatat sebanyak 262 paper disubmit dalam konferensi tersebut.
Sejumlah akademisi internasional juga hadir sebagai narasumber.
Di antaranya, Prof. Dr. Mohd Roslan bin Mohd Nor dari University of Malaya dan Prof. Dr. Sulaiman Hasan Sulaiman dari Al-Refak University, Libya.
Rektor UIN Madura Saiful Hadi mengatakan, ICONIS 2026 menjadi kelanjutan agenda Madura Charter.
Tahun ini, kegiatan tersebut mengambil momentum 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari.
Menurut dia, sosok Syekh Yusuf yang dikenal sebagai ulama sekaligus pejuang memiliki keterkaitan dengan perkembangan tradisi sosial-keagamaan masyarakat.
Baca Juga: Beli Huawei MatePad Air Makin Untung, Gratis Huawei M-Pencil Pro dan Benefit Senilai Rp9,3 Juta
Karena itu, warisan pemikirannya penting terus dirawat dan dikembangkan melalui kontribusi perguruan tinggi.
”Kita ingin kegiatan ICONIS tahun ini menjadi momentum kuat untuk memelihara tradisi sosial-keagamaan masyarakat Madura,” ujarnya.
Saiful menjelaskan, kampus memiliki posisi strategis dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan Islam dengan dinamika kehidupan masyarakat.
Gagasan itu diperkuat melalui konsep kampus sebagai Tanean Lanjang, yakni ruang yang mempertemukan nilai keilmuan, keislaman, dan kehidupan sosial.
Dia menegaskan, ICONIS 2026 tidak sekadar kegiatan seremonial.
Setelah pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sejumlah panel diskusi yang membahas artikel-artikel terpilih dengan beragam tema.
Persoalan sosial dan dinamika kehidupan masyarakat turut dikaji dalam bingkai tema utama konferensi.
”Kita ingin kampus ini menjadi sumber inspirasi untuk melakukan perubahan-perubahan dan membangun tradisi yang lebih baik,” katanya.
Baca Juga: Samsung Galaxy A07s Bawa Baterai 5.000 mAh, IP54 dan Jaminan Update Android Hingga 6 Generasi
Saiful menambahkan, target akhirnya ialah mendorong kehidupan sosial yang lebih berdampak dengan tetap berlandaskan nilai-nilai ajaran agama.
Perhatian terhadap sosok Syekh Yusuf Al-Makassari juga menjadi bagian dari agenda yang didorong Kementerian Agama serta kementerian terkait.
”Kegiatan ICONIS 2026 ini kami jadikan momentum untuk menjawab apa yang diinginkan masyarakat dunia melalui UNESCO, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Kebudayaan yang hari ini kami lakukan di Madura,” tegasnya.
Sementara itu, Faried F. Saenong menegaskan, ICONIS 2026 merupakan bagian dari gerakan intelektual yang terus berkembang di Indonesia.
Forum tersebut menjadi ruang penting untuk menggali kembali warisan pemikiran ulama Nusantara sekaligus mempertemukan gagasan intelektual dari berbagai negara.
”Kita memiliki sejarah sosial-politik yang cukup unik dan menarik untuk dikaji serta disampaikan. Masyarakat internasional perlu paham bagaimana Islam Indonesia, Islam Asia Tenggara, berkembang sangat dinamis,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Hera Marylia