PAMEKASAN, RadarMadura.id – Antrean pembelian BBM jenis Bio Solar dan Pertalite masih terjadi di sejumlah SPBU di Pamekasan. Kondisi ini disebut akibat meningkatnya jumlah konsumen yang datang bersamaan karena khawatir kehabisan BBM bersubsidi.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, peningkatan jumlah konsumen menyebabkan konsumsi BBM di SPBU meningkat. Akibatnya stok BBM, khususnya yang bersubsidi, cepat habis.
”Karena ada kekhawatiran tidak memperoleh BBM bersubsidi,” ungkap Ahad kepada Jawa Pos Radar Madura.
Di sisi lain, terdapat penyesuaian pengiriman karena pasokan BBM untuk wilayah Pamekasan berasal dari Integrated Terminal (IT) Surabaya. Namun, Ahad memastikan Pertamina terus melakukan monitoring terhadap kondisi stok dan kebutuhan BBM di Kota Gerbang Salam.
”Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan penggunaan BBM bersubsidi sesuai ketentuan,” pesannya.
Sementara itu, Kabag Perekonomian Setkab Pamekasan Sri Puji Harijani mengaku Pemkab Pamekasan telah melakukan pemantauan di sejumlah SPBU selema beberapa hari terakhir. Hasilnya, didapati praktik pembelian BBM bersubsidi di luar ketentuan.
”Yang kami temukan saat pemantauan, pembeli BBM bersubsidi yang menggunakan jeriken tidak mengantongi rekomendasi,” ujarnya.
Pemkab kemudian mengambil langkah tegas dengan memberikan teguran, baik kepada pembeli maupun petugas SPBU yang melayani transaksi. Sri juga mengaku akan melaporkan temuan tersebut kepada Pertamina agar dapat ditindak sesuai ketentuan.
”Tapi secara umum, antrean di SPBU dipicu adanya keterlambatan pasokan pada awal September, ditambah lonjakan pemakaian pada akhir Agustus. Beberapa SPBU kehabisan kuota Bio Solar dan Pertalite hingga memicu panic buying,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Bashiri