Bupati Kholil Atensi Peningkatan PAD, Tindak Lanjuti Hasil Evaluasi Pemprov Jatim

Amin Bashiri • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 07:50 WIB
SUMBER PAD: Seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan di Jalan Diponegoro, Kecamatan Pamekasan, Selasa (8/9).
SUMBER PAD: Seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan di Jalan Diponegoro, Kecamatan Pamekasan, Selasa (8/9).

 

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman memberi perhatian yang cukup serius terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu menyusul hasil evaluasi gubernur Jawa Timur terhadap pelaksanaan APBD 2025.

Menurut Bupati Kholil, pada tahun lalu realisasi pendapatan daerah hanya mencapai 96,83 persen. Dalam evaluasi tersebut, pos PAD dan pendapatan transfer disebut belum mencapai target yang ditetapkan dalam APBD.

”Sehingga, catatan tersebut perlu kita sikapi dengan lebih cermat dalam menghitung potensi pendapatan agar tidak terulang lagi pada tahun-tahun berikutnya,” ungkap Bupati Kholil.

Selain persoalan pendapatan, evaluasi juga menyoroti sejumlah kegiatan yang realisasinya belum optimal. Bahkan, mantan anggota DPR RI itu mengatakan bahwa terdapat kegiatan yang tidak terealisasi hingga akhir tahun anggaran.

”Itu mengakibatkan adanya potensi sumber daya belum bisa digunakan secara optimal, khususnya apabila dikaitkan dengan pelayanan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Bupati Kholil berkomitmen segera menindaklanjuti berbagai catatan evaluasi pelaksanaan APBD tahun lalu. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan anggaran tahun berjalan dapat dikelola sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

”Khususnya dalam menyusun perencanaan dan menentukan prioritas P-APBD Tahun 2026, sehingga realisasinya benar-benar sesuai dengan target,” tegasnya.

Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan Moh. Faridi menyebut target PAD 2026 naik dari Rp 405 miliar di 2025 menjadi Rp 429 miliar. Namun, dia mengingatkan agar kenaikan target tersebut tidak berhenti sebagai angka dalam dokumen anggaran, melainkan dibarengi strategi yang memastikan realiasinya tercapai.

”Apalagi tahun ini terjadi pengurangan transfer ke daerah (TKD), sehingga pemerintah harus benar-benar memaksimalkan potensi yang dimiliki,” pungkasnya. (lil/han)

Editor : Amin Bashiri
pemprov jatim pad