WARU, RadarMadura.id – Lahan parkir RSUD Waru belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, jika dikelola serius, fasilitas tersebut berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Abd. Rasyid Fansari meminta ager potensi tersebut tak dibiarkan begitu saja. Pengelolaan lahan parkir perlu ditata agar bisa memberikan manfaat ekonomi bagi rumah sakit maupun pemerintah daerah.
”Sampai saat ini, lahan parkir di RSUD Waru belum dimanfaatkan maksimal. Padahal, kalau dikelola sungguh-sungguh, itu bisa menambah pendapatan daerah,” katanya.
Menurut Rasyid, optimalisasi parkir menjadi bagian penting dalam pembenahan manajemen RSUD Waru. Aset yang tersedia harus dimanfaatkan secara produktif, bukan sekadar menjadi fasilitas pendukung rumah sakit.
Terlebih, RSUD Waru memiliki posisi strategis sebagai fasilitas kesehatan masyarakat pantura. Aktivitas pasien dan keluarga pasien yang datang setiap hari menjadi potensi yang bisa dikelola.
”Jangan sampai ada aset yang potensial, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Ini harus menjadi perhatian dalam pembenahan RSUD Waru,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Mohammad Yusuf Wibiseno mengaku belum menerima petunjuk untuk menggarap lahan parkir di RSUD Waru. Namun, dia berjanji akan mengomunikasikan ulang usulan tersebut.
”Saya akan tanya dan bahas dulu terkait hal ini (pengelolan parkir rumah sakit, Red),” tukas mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pamekasan itu. (afg/han)
Editor : Amin Bashiri