DLH Pamekasan Catat Tiga Sungai Tercemar, Air Hanya untuk Pertanian

Amin Bashiri • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 07:11 WIB
POTENSI TERCEMAR: Sampah terlihat di aliran Kali Klowang, Kabupaten Pamekasan, Minggu (6/9).
POTENSI TERCEMAR: Sampah terlihat di aliran Kali Klowang, Kabupaten Pamekasan, Minggu (6/9).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan mencatat terdapat tiga sungai di wilayah Kota Gerbang Salam yang masuk kategori tercemar. Ketiganya adalah Kali Semajid, Sumber Payung, dan Sungai Klampar.

Meski demikian, tingkat pencemaran pada tiga sungai tersebut diklaim masih tergolong ringan. Sebab, berdasarkan hasil pemantauan, kualitas airnya masih berada pada kategori kelas III yang peruntukannya antara lain dapat digunakan untuk kebutuhan pertanian.

Kabid Perencanaan, Kajian Dampak Lingkungan dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup DLH Pamekasan, Agus Priambodo mengatakan, secara umum pencemaran tersebut ditandai fecal coliform yang melampaui baku mutu.

Batas kelas III sebesar 2.000, sedangkan hasil pengujian rata-rata mencapai 2.700.

”Tapi itu masih cemar ringan itu, bukan berat. Kalau berat, ikan-ikan sudah mati. Cemar ringan itu masih bisa kondisikan,” ungkapnya.

Menurutnya, DLH melakukan pengujian kualitas air di 10 titik yang dinilai telah mewakili kondisi sungai di Pamekasan.

Pemantauan dilakukan di bagian hulu dan hilir, antara lain Kali Semajid, Kali Klowang, Sumber Payung, Sungai Klampar, serta wilayah Engrang, Montok.

”Masih banyak masyarakat yang buang sampah di sungai, seperti popok yang ada tinjanya, itu yang menyebabkan fecal coliform tinggi,” ujarnya.

Di samping itu, keberadaan kamar mandi rumah warga yang saluran pembuangannya langsung menuju sungai juga berpotensi meningkatkan kandungan fecal coliform.

Namun, DLH menegaskan secara umum, Indeks Kualitas Air (IKA) Pamekasan pada 2025 berada di angka 65,59. 

”DLH setiap tahun melakukan pengujian dua kali, mewakili musim kemarau dan hujan. Tahun 2025 sudah memenuhi, untuk 2026 masih satu kali,” tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Ahmad Fauzi meminta pencemaran sungai tidak dibiarkan berlarut.

Pengawasan terhadap sumber pencemaran dan edukasi kepada masyarakat penting untuk diperkuat sehingga kualitas air sungai tidak terus menurun.

”Masyarakat juga perlu terlibat agar kualitas air tetap terjaga. Hal paling sederhana tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (lil/han)

Editor : Amin Bashiri
sungai tercemar pamekasan DLH Pamekasan