Jalan Rusak, Warga Tlanakan Gotong Royong Bangun Jalan

Amin Bashiri • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 10:05 WIB
PEDULI: Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman memberikan bantuan pribadi untuk perbaikan jalan swadaya di Desa Mangar, Kecamatan Tlanakan, Sabtu (5/9).
PEDULI: Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman memberikan bantuan pribadi untuk perbaikan jalan swadaya di Desa Mangar, Kecamatan Tlanakan, Sabtu (5/9).

 

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Semangat gotong royong masyarakat kembali terlihat dalam perbaikan jalan secara swadaya di wilayah Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Pembangunan jalan tersebut dilakukan melalui penggalangan dana masyarakat, amal di jalan, hingga donasi melalui siaran langsung TikTok.

Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman meninjau perbaikan jalan swadaya di Desa Mangar dan Terrak, kemarin (5/9). Dia juga menyerahkan bantuan pribadi sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap inisiatif masyarakat yang bergotong royong.

Bupati Kholil mengapresiasi kembali munculnya semangat gotong royong di tengah keterbatasan fiskal daerah. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bahwa pembangunan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.

”Tradisi memanjakan masyarakat itu saya berharap tidak terjadi lagi sehingga masyarakat tetap bergerak,” ungkapnya.

Meski demikian, mantan anggota DPR RI tersebut menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat bukan berarti pemerintah melepas tanggung jawab. Pemkab Pamekasan akan tetap hadir sebagai fasilitator sekaligus membangun komunikasi agar berbagai persoalan di lapangan dapat ditangani.

”Dengan demikian, kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat bisa terwujud,” tegasnya.

Dia mengaku selama ini kerap menerima laporan langsung dari warga mengenai berbagai persoalan, mulai sampah, jalan rusak, hingga jembatan yang hampir putus. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera ditindaklanjuti.

Karena itu, Bupati Kholil berencana menghidupkan kembali nomor telepon pengaduan masyarakat seperti yang pernah diterapkan pada periode pertamanya menjabat. Dengan demikian, laporan yang masuk dapat segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

”Tapi, dikelola oleh staf. Apa yang bisa dijawab silakan dijawab oleh staf, apa yang tidak bisa dijawab diteruskan ke Pak Sekda dan lain sebagainya,” sebutnya.

Sementara itu, KH Ali Mansur selaku koordinator mengatakan, perbaikan jalan secara swadaya tersebut ditargetkan mencapai panjang 2.500 hingga 3.000 meter. Namun, pengerjaan saat ini masih dilakukan secara bertahap menyesuaikan dana yang berhasil dihimpun masyarakat.

”Sementara yang terkumpul Rp 100 juta lebih. Tapi, bantuan masih terus mengalir. Yang sudah dikerjakan kurang lebih seperempat dari target,” ujar Mansur.

Menurut dia, kebutuhan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut cukup besar. Pengerjaan beton sepanjang 350 meter saja mencapai sekitar Rp 200 juta. Perinciannya, pembelian beton cair mencapai Rp 197,35 juta dan belum termasuk kebutuhan kawat serta biaya operasional lainnya.

”Segala macam cara (untuk mengumpulkan dana, Red) kita gunakan untuk bisa merealisasikan pembangunan,” sebut warga Desa Mangar tersebut.

Mansur menyebut, jalur yang diperbaiki melintasi wilayah Desa Mangar, kemudian Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, sebelum kembali masuk ke wilayah Pamekasan, tepatnya Desa Terrak.

Meski melintasi dua kabupaten, pembangunan jalan tetap dilakukan secara berkesinambungan tanpa membedakan batas administrasi. ”Tetap nyambung. Sekalipun di tengah masuk Sampang, tetap nyambung,” pungkasnya. (lil/han)

Editor : Amin Bashiri
gotong royong Swadaya pamekasan