Utusan Khusus Presiden Sebut Madura Masih Jadi Penopang Pangan Nasional

Hera Marylia • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 09:30 WIB
MENJAWAB: Muhamad Mardiono, Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, doorstop dengan awak media saat menghadiri konsolidasi politik di Kantor DPC PPP Pamekasan, Jumat (4/9). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
MENJAWAB: Muhamad Mardiono, Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, doorstop dengan awak media saat menghadiri konsolidasi politik di Kantor DPC PPP Pamekasan, Jumat (4/9). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Madura dinilai masih punya peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Potensi pertanian di wilayah ini disebut cukup baik meski menghadapi ancaman kemarau panjang dan El Nino.

Hal itu disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono saat menghadiri konsolidasi politik di Kantor DPC PPP Pamekasan, Jumat (4/9).

Menurutnya, kondisi cuaca menjadi tantangan serius bagi produksi pertanian.

Menurutnya, data terakhir menunjukkan produksi pertanian berpotensi mengalami penurunan.

Pemerintah diminta tidak menunggu kondisi semakin parah untuk mengambil langkah antisipasi.

Mardiono mengatakan, ancaman tersebut harus direspons dengan kebijakan yang tepat.

Terutama untuk menjaga produktivitas petani di tengah keterbatasan air.

Koordinasi lintas kementerian dan dinas pertanian juga terus didorong. Langkah itu penting agar persoalan di lapangan bisa segera diantisipasi.

Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono menegaskan perannya bukan sebagai pelaksana anggaran.

Dia bertugas mengoordinasikan sekaligus mendorong kebijakan yang mendukung sektor pangan.

”Saya bukan pelaksana anggaran, tetapi saya adalah koordinator,” kata Mardiono.

Dia memastikan berbagai langkah penguatan produksi akan terus didorong.

Mardiono menegaskan, Madura termasuk daerah yang memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Karena itu, sektor pertanian di Madura perlu terus mendapat dukungan.

”Madura termasuk penyumbang ketahanan yang baik. Oleh karena itu, harus terus kita support,” tegasnya.

Mardiono juga meminta generasi muda tidak menjauh dari sektor pertanian.

Dia percaya, peluang ekonomi di sektor tersebut tidak berhenti pada kegiatan produksi.

Bisnis pertanian hingga hilirisasi dinilai memiliki peluang besar bagi generasi muda.

”Banyak orang yang bisnis di sektor pertanian, termasuk hilirisasi dari pertanian, dan banyak yang berhasil,” pungkasnya. (lil/han)

Editor : Hera Marylia
Muhamad Mardiono ketahanan pangan nasional ancaman kemarau panjang produksi pertanian madura