PAMEKASAN, RadarMadura.id– Kejelasan rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) 2026 masih menjadi tanda tanya.
Hingga saat ini, pemerintah pusat belum memberikan informasi resmi mengenai pembukaan seleksi tersebut.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSD) Pamekasan Moh. Alwi mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
”Hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi. Kami masih menunggu,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemkab Pamekasan telah mengusulkan 267 formasi kebutuhan ASN untuk 2026.
Usulan tersebut meliputi tenaga guru, kesehatan, dan teknis berdasarkan analisis beban kerja (ABK), ketersediaan ASN, serta kebutuhan organisasi.
Penyusunan usulan formasi juga dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pegawai dan kemampuan keuangan daerah.
Termasuk jumlah ASN yang memasuki batas usia pensiun (BUP), rasio belanja pegawai terhadap APBD, serta jabatan tertentu yang tidak dapat diisi melalui skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
”Kami telah mengusulkan formasi CPNS 2026. Tapi, belum ada kepastian apakah pemerintah pusat akan membuka rekrutmen tahun ini,” tegasnya.
Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Plt Diskop UKM - Naker tersebut menyebut, saat ini pemerintah pusat sedang fokus melakukan reformasi birokrasi.
Salah satunya terkait pengangkatan guru PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu.
”Informasinya sudah klir. Kami tinggal menunggu petunjuk teknisnya seperti apa,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Lutfi menekankan agar dinas terkait terus memperbarui informasi mengenai perkembangan rekrutmen CASN 2026.
Jika sudah ada kepastian dari pemerintah pusat, informasi tersebut diharapkan segera disampaikan kepada masyarakat.
”Jangan sampai masyarakat mendapatkan informasi yang simpang siur. Kalau sudah ada kepastian, segera sampaikan secara terbuka,” pesannya. (lil/han)