PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dampak kemarau semakin terasa. Persediaan air bersih warga juga kian menipis.
Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan air sehari-hari menjadi persoalan bagi sejumlah masyarakat.
Kondisi itu dirasakan warga Dusun Tlandung II, Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur.
Maka, untuk menjawab kebutuhan air bersih, pengeboran sumur dilakukan di wilayah tersebut sejak Kamis (27/8).
Bantuan pengeboran tersebut diberikan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Ansari.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pamekasan Nadi Mulyadi kepada Kepala Desa Kertagena Laok Abd. Qodir.
Nadi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Dia berharap sumur yang dibangun bisa segera dimanfaatkan masyarakat.
”Hari ini mulai proses pengeboran. Semoga bermanfaat bagi masyarakat setempat,” kata Nadi pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kemarin (28/8).
Pengeboran sumur ditargetkan mencapai kedalaman sekitar 88 meter. Pengerjaannya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hari.
Kepala Desa Kertagena Laok Abd. Qodir mengatakan, satu titik sumur bor diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 50 kepala keluarga (KK).
Keberadaan sumur tersebut dinilai sangat membantu karena wilayahnya mengalami keterbatasan air bersih saat kemarau.
”Terima kasih Ibu Ansari atas bantuannya, karena wilayah ini sangat kekurangan air bersih,” terang Qodir.
Persoalan air bersih memang menjadi masalah yang kembali muncul setiap musim kemarau.
Bantuan sumur bor diharapkan tidak sekadar menjadi penanganan sesaat, tetapi bisa menjadi sumber air yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebelumnya, BPBD Pamekasan mencatat titik kekeringan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebanyak 281 dusun di 82 desa yang tersebar di 11 kecamatan terdampak kekeringan.
Jumlah tersebut bertambah 50 dusun dan enam desa dibandingkan 2025. Tahun lalu, kekeringan tercatat melanda 231 dusun di 76 desa pada 11 kecamatan.
Dari 281 dusun terdampak tahun ini, sebanyak 211 dusun masuk kategori kering langka. Sementara 70 dusun lainnya masuk kategori kering kritis.
Pemkab Pamekasan telah mulai mendistribusikan air bersih sejak Senin (17/8). Penyaluran melibatkan sejumlah instansi, termasuk dinas sosial dan PDAM Pamekasan. (afg/jup)
Editor : Amin Bashiri