Daerah Kekeringan Meluas, Tahun Ini Bertambah 50 Dusun di Enam Desa di Kabupaten Pamekasan 

Amin Basiri • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 06:30 WIB
TERIK: Warga mengecek sumur di Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Senin (24/8).
TERIK: Warga mengecek sumur di Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Senin (24/8).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Musim kemarau tahun ini berdampak pada meluasnya daerah kekeringan di wilayah Pamekasan. 

Sebanyak 281 dusun di 82 desa yang tersebar di 11 kecamatan masuk wilayah kekeringan.

Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, kekeringan di wilayah Kota Gerbang Salam tercatat melanda 231 dusun di 76 desa pada 11 kecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, terdapat tambahan 50 dusun dan enam desa yang terdampak kekeringan tahun ini. Kondisi tersebut menunjukkan persoalan kekeringan makin meluas.

Dia menyebut, 211 dusun masuk kategori kering langka. Sementara 70 dusun lainnya tergolong kering kritis.

Pemkab Pamekasan mulai mengambil langkah untuk menekan dampak kekeringan.

”Pendistribusian bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak dimulai Senin (17/8),” ujarnya.

Penyaluran air bersih melibatkan personel lintas instansi, termasuk dinas sosial (dinsos) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan.

Selain dropping air, pemkab juga menyiapkan langkah jangka panjang. Yakni, pengeboran untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak.

Dhofir menjelaskan, program pengeboran tersebut merupakan kerja sama Pemkab Pamekasan dengan pemerintah pusat.

Pelaksanaannya melalui program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.

Sahid, warga Waru Timur, mengutarakan, warga sekitar terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian warga juga menumpang sumur bor milik tetangga. Air tersebut tidak didapat secara cuma-cuma.

Warga harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga.

Meski harus merogoh kocek, warga tetap membeli air bersih. Sahid mengakui bahwa kondisi tersebut cukup memberatkan warga. Terlebih, kebutuhan air bersih terus meningkat selama musim kemarau.

 ”Sekali isi penuh bak mandi atau selama dua jam itu bayar Rp 200 ribu,” tukasnya. (afg/bil)

Editor : Amin Bashiri
pemkab pamekasan pamekasan kekeringan