Anggaran Pengadaan Buku untuk Perpusda M. Tabrani Pamekasan Belum Dibelanjakan

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 09:09 WIB
SANTAI: Pengunjung berada di Perpustakaan Daerah M. Tabrani Pamekasan, Rabu (22/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
SANTAI: Pengunjung berada di Perpustakaan Daerah M. Tabrani Pamekasan, Rabu (22/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Rencana penambahan koleksi buku di Perpustakaan Daerah (Perpusda) M. Tabrani Pamekasan belum bisa diwujudkan.

Sebab, anggaran pengadaan buku Rp 40 juta belum dibelanjakan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Pamekasan Munapik berdalih terdapat beberapa alasan yang mendasari lembaganya belum merealisasikan anggaran pengadaan buku.

Antara lain, karena masih memetakan kebutuhan koleksi, usulan pengunjung, tema buku, hingga daftar buku yang paling banyak diminati

Langkah tersebut dilakukan agar anggaran yang terbatas tidak salah sasaran. Buku yang dibeli harus benar-benar sesuai kebutuhan sekaligus diminati masyarakat.

”Belum dieksekusi memang, insyaallah November mendatang,” kata mantan kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pamekasan itu.

Anggaran pengadaan buku perpusda tahun ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, anggaran pengadaan buku mencapai Rp 198 juta, sedangkan saat ini Rp 40 juta.

Munapik menjelaskan, keterbatasan fiskal menjadi salah satu penyebab menyusutnya anggaran pengadaan buku.

Sedangkan anggaran yang dikoleksi DPK Pamekasan tahun ini hanya sekitar Rp 550 juta.

Dana setengah miliar itu dibagi untuk kebutuhan rutin, sekretariat, serta tiga bidang di lingkungan DPK.

Setelah mengalami pemangkasan, ruang anggaran untuk menambah koleksi buku semakin terbatas.

Karena itu, pihaknya harus lebih selektif dalam menentukan buku yang akan dibeli.

Prioritas diberikan kepada koleksi yang memiliki nilai manfaat dan sesuai kebutuhan pembaca. 

”Jadi harus lebih selektif dalam menentukan koleksi yang akan dibeli,” tegasnya. (afg/jup) 

Editor : Hera Marylia
anggaran pengadaan buku belum dibelanjakan dpk perpusda