PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pengerjaan proyek pembangunan tahap II relokasi Puskesmas Bulangan Haji belum menunjukkan progres signifikan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan menyebut, proyek yang dikerjakan CV Raya itu baru mulai digelar pada awal pekan ketiga.
Padahal, kontraktor pelaksana dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) sudah menandatangani surat perintah kerja (SPK) Rabu (5/8). Molornya pelaksanaan membuat pengerjaan proyek itu tak sesuai skedul.
”Baru mulai, realisasinya minus 0,39 persen, dari target 0,39 persen di pekan kedua,” ujar Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin, Kamis (20/8).
Baca Juga: Ironi "Berkat" Mewah Muludan Madura
Catatan negatif tersebut telah menjadi evaluasi dinkes bersama perencana, kontraktor, pengawas, dan pendamping teknis.
Pihaknya berjanji akan mendorong percepatan pekerjaan agar proyek rampung sesuai spesifikasi teknis dan waktu yang ditetapkan.
”Jadi kami berharap dalam penyiapan pekerjaan dan pelaksanaan target berjalan simultan sehingga target pekerjaan tetap dapat dicapai,” jelasnya.
Dia mengaku terus mengingatkan kontraktor asal Surabaya tersebut untuk meningkatkan progres pekerjaan.
Sebab, proyek senilai Rp 3,9 miliar lebih ini memiliki durasi 130 hari kalender yang ditargetkan rampung pada 15 Desember mendatang.
Saifudin memastikan progres pengerjaan proyek itu akan terus dipantau. Evaluasi progres dilakukan untuk memastikan deviasi yang terjadi pada awal pelaksanaan tidak mengganggu penyelesaian proyek secara keseluruhan.
Baca Juga: Mahasiswi di Bangkalan Rasakan Kemudahan Layanan JKN melalui Mobile JKN
”Tidak boleh main-main dan saya pasti yang pertama akan marah kalau mereka main-main,” tegasnya.
Koran ini sudah berulang kali menghubungi Arif, orang yang disebut Dinkes Pamekasan sebagai perwakilan dari CV Raya Ilmi.
Namun, yang bersangkutan tidak pernah merespons meski nomor telepon yang digunakan dalam kondisi aktif. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti