JAKARTA, RadarMadura.id – Raditya Mario Ghandi harus puas membawa pulang medali perak dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja.
Atlet muda asal Kabupaten Pamekasan tersebut finis sebagai runner-up kelompok umur (KU) 16 tahun dalam kejurnas di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Minggu (16/8).
Radit tampil kompetitif sebelum akhirnya harus merelakan medali emas kepada atlet tenis meja dari PB Pelatnas.
Meski gagal berdiri di podium tertinggi, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Radit mampu bersaing di level nasional.
Radit mengaku bersyukur atas hasil yang diraih. Kekalahan di partai final justru menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan. Dia berkomitmen untuk terus berkembang lebih baik.
”Alhamdulillah saya bersyukur bisa meraih medali perak. Memang targetnya emas, tetapi hasil ini tetap saya syukuri,” kata Radit pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Menurut dia, pertandingan di kejurnas tersebut memberikan pengalaman penting. Terutama dalam menghadapi lawan dengan kualitas permainan yang lebih tinggi.
Meski Radit gagal meraih emas, dia bertekad menjadikan hasil tersebut sebagai motivasi untuk tampil lebih baik pada kejuaraan berikutnya.
”Ke depan saya harus lebih giat latihan, memperbaiki kekurangan dan menjaga mental saat bertanding. Semoga di kejuaraan berikutnya bisa meraih emas,” pungkasnya. (afg/bil)
Editor : Amin Basiri