PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pelaksanaan proyek pembangunan tahap II Puskesmas Bulangan Haji yang dimenangkan CV Raya Ilmi menuai sorotan.
Sejak terbit surat perintah kerja (SPK) pada Rabu (5/8), kontraktor asal Surabaya itu belum memulai pekerjaan.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Selasa (18/8), pagar proyek sudah terpasang.
Selain itu, sebagian kecil material seperti semen dan peralatan bangunan berupa scaffolding atau perancah juga terlihat berada di dalam bangunan.
Baca Juga: Xiaomi Rilis Redmi M100 dengan Baterai Jumbo 7.900 mAh, Strategi Baru Redmi Menggoda Pengguna yang M
Namun, belum terlihat tanda-tanda aktivitas pekerjaan fisik di lokasi.
Di lokasi proyek juga tidak ada pekerja maupun aktivitas pembangunan yang berlangsung di area proyek.
Artinya, selama dua pekan terakhir proyek senilai Rp 3,9 miliar lebih tersebut belum dimulai.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Saedy Romli meminta kontraktor pelaksana asal Surabaya itu segera memulai pekerjaan.
Tujuannya untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
”Kami berharap pengerjaan puskesmas sesuai timeline karena menyangkut pelayanan publik dasar,” ungkap Saedy.
Baca Juga: Samsung Galaxy S27 Diduga Tinggalkan Kamera Model Lama, Bocoran Desain Terbaru Tampilkan Susunan Hor
Dia juga menyoroti adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada pekerjaan tahap pertama.
Oleh sebab itu, dia mendorong kontraktor pelaksana tahap kedua bekerja secara profesional dan berkomitmen.
Saedy menegaskan, Komisi IV DPRD Pamekasan akan turun langsung ke lokasi untuk memantau progres pembangunan.
Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan proyek tidak hanya terlihat baik dalam laporan, tetapi juga benar-benar berjalan maksimal di lapangan.
”Komisi IV akan melakukan sidak berkala untuk memastikan semuanya sesuai standar. Apalagi, anggarannya terbilang besar,” ujarnya.
Legislator dari daerah pemilihan (dapil) II tersebut juga meminta dinas kesehatan (dinkes) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan CV Firma Jaya sebagai konsultan pengawasan tidak lepas tangan.
Peran keduanya dinilai penting dalam memastikan proyek berjalan sesuai rencana anggaran biaya (RAB).
Baca Juga: Saat Smartphone Lain Makin Sulit Dibuka, Fairphone 6 Plus Justru Menawarkan HP Modular yang Bisa Dir
”Kalau sejak awal ada keterlambatan, harus segera diberi teguran dan dilakukan evaluasi serta dicarikan solusi,” tegasnya.
Koran ini sudah berulang kali menghubungi Arif yang disebut Dinkes Pamekasan sebagai perwakilan CV Raya Ilmi.
Namun, yang bersangkutan tidak pernah merespons meski nomor telepon yang digunakan dalam kondisi aktif. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia