PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan.
Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menilai, 81 tahun Indonesia merdeka harus menjadi momentum untuk memastikan masyarakat benar-benar merasakan kemerdekaan dari kemiskinan dan kesulitan ekonomi.
Menurut Ali, pengentasan kemiskinan menjadi salah satu pekerjaan utama pemerintah.
Kemerdekaan sejatinya harus diikuti dengan kemandirian ekonomi sehingga masyarakat mampu memenuhi kebutuhan hidup secara layak.
Selain itu, dia memaknai kemerdekaan sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan yang dapat dirasakan secara merata.
Di sinilah kehadiran pemerintah diperlukan untuk memastikan hasil pembangunan dan ketahanan pangan benar-benar dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
”Merdeka itu sejatinya merdeka dari kemiskinan. Merdeka secara ekonomi. Jangan hanya dirasakan sebagian kecil saja, tetapi dirasakan masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” ungkap Ali.
Legislator dari partai berlambang Kakbah itu juga menekankan pentingnya memperkuat persatuan dan kesatuan.
Momentum HUT RI tahun ini harus menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan menjauhkan masyarakat dari ancaman disintegrasi bangsa.
”Terkait efisiensi anggaran, semoga di 2027 tidak ada lagi. Karena dampaknya terhadap pembangunan sangat terasa,” harapnya.
Di samping itu, Ali mengingatkan pentingnya pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara optimal.
Program prioritas Presiden Prabowo tersebut dinilai sejalan dengan upaya menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung kepada masyarakat.
”KDKMP harus benar-benar jadi sentra bantuan sosial dan akses barang-barang bersubsidi. Saya kira mulia sekali,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti