PAMEKASAN, RadarMadura.id – Proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, mulai digarap. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak lebih dari Rp 2,2 miliar.
Proyek strategis nasional tersebut dikerjakan oleh CV Rizky Ilahi, kontraktor asal Kabupaten Sumenep, melalui sistem penunjukan langsung. Dalam kontrak, pekerjaan dimulai pada Sabtu (13/6) dengan masa pelaksanaan 135 hari kalender.
Proyek pembangunan KNMP itu mencakup sejumlah fasilitas penunjang aktivitas masyarakat nelayan. Sejumlah item kegiatan yang akan dikerjakan meliputi shelter ikan, kios, dan pabrik es. Termasuk lampu penerangan, pengeboran, hingga pavingisasi.
Pembangunan berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan sarana pendukung bagi aktivitas nelayan di Desa Branta Tinggi. Pekerjaan ditargetkan rampung sesuai masa pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak.
"Untuk minggu ke-6 realisasinya sudah mencapai 38,6 persen," ucap Abd. Salim, direktur CV Rizky Ilahi.
Dia menegaskan, pihaknya akan mengoptimalkan seluruh proses pekerjaan. Dengan begitu, target penyelesaian proyek yang dibiayai APBN tersebut dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan.
"Bangunannya sudah ada yang mengurus. Tinggal kami cari orang yang ahli di bidang pengeboran dan penerangan kawasan. Insyaallah minggu depan dimulai agar tidak terlambat pekerjaan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Abdul Fatah mengaku pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan khusus dalam proyek pembangunan KNMP. Pemkab Pamekasan hanya sebatas penerima manfaat dari program nasional tersebut.
"KNMP sudah dieksekusi. Pemerintah daerah hanya sebagai pemilik wilayah dan penerima manfaat," pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri