PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kuota solar bersubsidi di Pamekasan bertambah tahun ini. Namun, antrean kendaraan bermesin diesel di hampir seluruh SPBU masih saja mengular.
Kondisi itu membuat pengguna solar harus menghabiskan waktu lebih lama di SPBU. Bahkan, tidak sedikit yang sudah mengantre tetapi akhirnya pulang tanpa mendapatkan solar.
Salah satunya dialami Adiyanto. Pemilik truk pengangkut itu mengaku harus mengantre setiap kali hendak membeli solar untuk kendaraannya.
Menurut dia, penambahan kuota semestinya mampu mengurai antrean, bukan justru membuat kendaraan diesel tetap menumpuk di SPBU.
“Kalau kuotanya ditambah, seharusnya antrean tidak terus mengular. Yang paling kesal itu kalau sudah kadung antre, tetapi tidak kebagian,” keluhnya.
Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Salman Alfarisi mengatakan, kuota solar bersubsidi pada 2026 memang mengalami penambahan. Kenaikannya mencapai sekitar 7,1 persen dibandingkan kuota sebelumnya.
“Untuk bahan bakar jenis solar pada 2026 memang ada penambahan kuota 7,1 persen, dari 37.240 menjadi 39.627,” katanya.
Karena itu, Salman memastikan tidak ada pengurangan kuota solar bersubsidi. Harga solar juga tetap mengikuti ketentuan nasional.
Salman juga menyinggung pengisian BBM bersubsidi menggunakan jeriken. Menurut dia, mekanisme tersebut diperbolehkan selama pembeli memiliki rekomendasi dari dinas terkait.
“Terkait pengisian BBM menggunakan jeriken, mereka yang mengisi pasti punya rekomendasi dari dinas terkait, seperti nelayan misalnya,” jelasnya.
Di lapangan, Salman mengakui masih menemukan nelayan yang kesulitan mendapatkan solar. Kondisi tersebut terjadi ketika stok solar di SPBU tidak tersedia.
“Kami sudah turun dan memang ada beberapa nelayan yang sempat kesulitan solar karena di SPBU juga tidak ada solar,” pungkas Salman. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri