PAMEKASAN, RadarMadura.id - Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan menjadi salah satu fasilitas daerah yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Tahun ini, pendapatan dari pengelolaan fasilitas olahraga tersebut ditargetkan mencapai Rp 450 juta.
Namun, hingga Mei 2026, capaian PAD dari SMGRP masih jauh dari target yang telah ditetapkan.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini, realisasi pendapatan baru mencapai sekitar Rp 187 juta atau 41,63 persen dari target yang ditetapkan.
Artinya masih terdapat selisih sekitar Rp 263 juta yang harus dikejar hingga akhir tahun.
”Itu data bulan Mei. Artinya insyaallah nanti akan mencapai target karena liga satu belum mulai,” ungkap Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pamekasan Akmalul Firdaus.
Dia mengklaim instansinya saat ini telah menerima permohonan pemanfaatan SMGRP dari Madura United (MU).
Rencananya, stadion tersebut akan digunakan untuk dua kegiatan pertandingan di September mendatang. Dalam satu pertandingan nilai sewa di angka Rp 30 hingga Rp 35 juta.
”Itu baru di bulan September saja. Dan kami belum terima sepenuhnya tahun ini Madura United main berapa kali disini,” tegasnya.
Selain itu, Firdaus menyebutkan, pemasukan dari pemanfaatan SMGRP juga berasal dari penyelenggaraan Liga 4 dan liga lokal yang digelar pihak swasta.
Untuk kegiatan tersebut, tarif sewa stadion berkisar Rp 3 juta setiap pemakaian.
Pemanfaatan SMGRP juga dilakukan untuk berbagai kegiatan atau event di luar area stadion.
”Kalau dilihat area parkir beragam, tergantung. Bisa sewa paket dan juga bisa per-jam,” terangnya.
Rendahnya realisasi PAD tersebut menjadi perhatian serius dari pihak legislatif.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Abd. Rasyid Fansori mendorong dinas terkait untuk mengoptimalisasi penggunaan venue karena dinilai penting.
Sehingga keberadaan fasilitas milik daerah ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga.
”Yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah perawatan dan peningkatan sarana dan prasarananya. Sehingga, fasilitas yang ada tetap representatif,” pesannya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri