Usulan Lahan SR Belum Disetujui, Kementerian PU Minta Akses Jalan Diperlebar

Amin Basiri • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 12:33 WIB
CEK LOKASI: Kepala Dinsos Pamekasan Herman Hidayat Santoso (pakaian dinas harian) mendampingi tim dari Kementerian PU meninjau lokasi lahan yang akan dibangun gedung SR di Dusun Angsanah, Desa Campor, Proppo, Pamekasan, Selasa (7/7).
CEK LOKASI: Kepala Dinsos Pamekasan Herman Hidayat Santoso (pakaian dinas harian) mendampingi tim dari Kementerian PU meninjau lokasi lahan yang akan dibangun gedung SR di Dusun Angsanah, Desa Campor, Proppo, Pamekasan, Selasa (7/7).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Usulan lahan untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Pamekasan belum disetujui.

Kementerian PU meminta agar akses jalan ke lahan yang berlokasi di Desa Campor, Kecamatan Proppo itu diperlebar.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso menyebut, hasil survei yang dilakukan pada Selasa (7/7) belum final. 

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memberikan sejumlah catatan yang harus dipenuhi sebelum lokasi disetujui.

”Belum ada (perkembangan, Red). Kami masih nunggu update informasi dari pusat,” ungkap Herman.

Dia menjelaskan, lahan yang diusulkan memiliki luas sekitar 10 hektare. Dari hasil pengecekan awal, lahan tersebut dinilai memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari luas, kemiringan tanah, hingga akses pendukung seperti listrik dan air.

”Kami belum bisa memastikan masuk atau tidak. Akan tetapi apa yang menjadi catatan dan kekurangan di lapangan, kami melengkapinya,” tegasnya.

Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan Lukman Hakim menyebutkan, salah satu catatan dari tim pemerintah pusat terkait akses jalan. Kementerian PU meminta harus diperlebar minimal enam meter. 

”Targetnya, Oktober selesai. Sebelum itu, kami usahakan seluruh proses sudah benar-benar tuntas sehingga bisa dilanjutkan ke tahap pembangunan gedung,” pungkasnya. (lil/bil)

Editor : Amin Basiri
Sekolah Rakyat dinsos pamekasan kementerian pu