PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten Pamekasan berencana akan melakukan revitalisasi empat sentra pedagang kaki lima (PKL) yang berlokasi di Kecamatan Kota.
Meliputi, sentra PKL Sae Salera di Jalan Niaga, Sae Rassah di Jalan Dirgahayu, dan Food Colony di Jalan Kesehatan. Termasuk kawasan eks PJKA di Jalan Trunojoyo, Pamekasan.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman membuka ruang keterlibatan PKL dalam rencana revitalisasi empat lokasi tersebut.
Pemerintah daerah akan menampung masukan pedagang agar penataan kawasan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
”Pemerintah terbuka untuk berdialog dengan pedagang guna menyempurnakan konsep penataan kawasan PKL,” ujar Bupati Kholil.
Menurutnya, Pemkab Pamekasan menargetkan penataan empat kawasan PKL bisa rampung pada awal 2027. Total anggaran yang akan diproyeksikan mencapai Rp 4 miliar rupiah.
Namun, hal itu akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah melalui PAK 2026 berdasarkan skala prioritas.
Bupati Kholil juga menegaskan bahwa bangunan yang sudah berdiri, seperti Food Colony dan Sa’e Salera, tidak akan dibongkar atau diubah begitu saja. Sebab, penataan fasilitas tersebut harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
”Sebagai solusi atas keterbatasan ruang usaha, kami mengusulkan penggabungan dua stan menjadi satu stan. Itu masih dalam tahap pembahasan,” terangnya.
Ketua Serikat Pedagang Kaki Lima (SPKL) Pamekasa Nur Faisal sejak awal menekankan agar pandangan pedagang menjadi acuan dalam rencana revitalisasi ini.
Konsep penataan harus disusun berdasarkan kondisi riil mengingat pedagang sebagai pengguna utama fasilitas tersebut.
”Sehingga pemanfaatannya bisa lebih maksimal. Kami berharap organisasi PKL juga dilibatkan, supaya penataan dan pembinaan berjalan lebih baik,” pesannya. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri