Ratusan KPM PKH tahap II di Kabupaten Pamekasan Belum Cairkan Bantuan

Amin Basiri • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 07:23 WIB
MEMBERIKAN KETERANGAN: Tim Kabupaten PKH Pamekasan Lukman Hakim saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/8).
MEMBERIKAN KETERANGAN: Tim Kabupaten PKH Pamekasan Lukman Hakim saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/8).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penyaluran bantuan program keluarga harapan (PKH) tahap II di Kabupaten Pamekasan masih berada di angka 98,5 persen.

Artinya, masih terdapat 626 keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum mencairkan bantuan.

Tim Kabupaten (Timkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan Lukman Hakim mengatakan, keterlambatan pencairan tersebut dipicu sejumlah faktor.

Namun, secara umum pemicunya karena terkendala administrasi seperti Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang hilang, kartu ATM terblokir, hingga penerima yang sedang bekerja di luar kota dan di luar negeri.

"Penyaluran tahap II hampir selesai. Hanya ada sebagian kecil KPM yang belum melakukan transaksi pencairan bantuan," ucap Lukman Hakim.

Menurutnya, apabila bantuan PKH tersebut tidak dicairkan hingga batas waktu yang ditentukan, KPM akan dikenai sanksi.

Dana yang sudah masuk ke dalam rekening penerima akan dikembalikan ke kas negara.

Selain itu, penerima yang tidak pernah melakukan transaksi akan keluar dari sistem secara otomatis.

Namun, jika KPM yang bersangkutan masih memenuhi syarat sebagai penerima PKH, akan didaftarkan kembali sebagai calon penerima baru.

"Untuk total penerima PKH tahap II ada sekitar 46.060 keluarga. Sebanyak 626 KPM atau sekitar 1,5 persen belum mencairkan bantuan," tegasnya.

Lukman mengaku, untuk mengoptimalkan pencairan bantuan PKH tahap II, para pendamping di seluruh wilayah Kota Gerbang Salam terus melakukan advokasi.

Upaya tersebut menyasar penerima yang hingga saat ini belum mencairkan bantuan stimulan dari pemerintah tersebut.

"Data penerima dari pusat kami tindak lanjuti ke lapangan untuk difasilitasi agar segera mencairkan bantuan tersebut," pungkasnya. (lil/yan)

Editor : Amin Basiri
pkh tahap II pamekasan kpm