PAMEKASAN, RadarMadura.id – Polsek Proppo, Pamekasan, dituntut bekerja ekstra dalam mengungkapkan kasus pencurian yang terjadi di SDN Banyubulu 3, Senin (13/7). Sebab, hingga kini pelaku belum ditangkap.
Padahal terduga pelaku terekam jelas saat melakukan pembobolan di salah satu lembaga pendidikan tersebut.
Laporan pencurian itu sudah diterima Polsek Proppo sejak pertengahan Juli.
Pelapor Nuraini menyampaikan, pelaku diduga masuk dengan membobol beberapa pintu ruangan sekolah.
Brankas juga dicongkel hingga sejumlah aset pendidikan hilang.
”Yang hilang bukan hanya satu barang. LCD proyektor, printer, laptop, speaker aktif, mikrofon, tabung elpiji 3 kilogram, flashdisk hingga uang tunai ikut dibawa pelaku. Total kerugian sekitar Rp 16,9 juta,” ungkapnya.
Nuraini berharap rekaman CCTV dapat membantu penyidik mengungkap identitas pelaku.
Dia juga meminta polisi segera menuntaskan perkara tersebut agar memberikan kepastian hukum.
”Harapan kami, pelaku segera ditangkap. Kasus ini sudah cukup lama berjalan, sehingga kami ingin ada kepastian hukum,” sambungnya.
Kasihumas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama mengatakan, penyidik masih mendalami perkara tersebut.
Tim Identifikasi Polres Pamekasan masih mencocokkan sidik jari yang ditemukan saat olah tempat kejadian perkara.
”Hasil pencocokan sidik jari akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan arah penyidikan,” kata perwira pertama (Pama) Polri dengan pangkat satu balok emas di pundaknya itu.
Evan menegaskan, proses penyelidikan masih terus dilakukan. Bahkan, saat ini sudah ada dua orang yang masih berstatus terduga dan keterlibatannya terus didalami.
”Kami tidak tinggal diam. Anggota masih melakukan penyelidikan. Memang ada dua terduga pelaku, sehingga saat ini masih dilakukan pencocokan dengan sidik jari yang ditemukan tim identifikasi,” tegasnya. (afg/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti