PAMEKASAN, RadarMadura.id – Komposisi pegawai di lingkungan Pemkab Pamekasan berubah. Puluhan pejabat resmi dilantik oleh Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman untuk mengisi sejumlah posisi strategis, Jumat (31/7).
Pelantikan itu menjadi bagian dari penyegaran organisasi pemerintahan.
Tujuannya, agar jabatan baru tersebut mampu mempercepat kinerja birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengingatkan, tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks. Masyarakat semakin kritis.
Baca Juga: BBWS Brantas Salurkan Air Bersih, Ringankan Dampak Kekeringan di Madura
Karena itu, pelayanan publik dituntut lebih cepat, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Kita membutuhkan birokrasi yang bergerak cepat, berorientasi pada hasil, mampu berkolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Menurut dia, pemerintah daerah juga dituntut bekerja efektif di tengah keterbatasan fiskal.
Aparatur tidak boleh lagi terjebak pada rutinitas, tetapi harus mampu menghasilkan perubahan.
"Esensi manajemen talenta adalah menempatkan orang yang tepat pada jabatan yang tepat. Penempatan puluhan pejabat baru itu juga didasarkan pada kompetensi, integritas, rekam jejak, dan kapasitas memimpin," ujarnya.
Baca Juga: Genjot Peningkatan Kualitas Pendidikan, Dua Sekolah di Pamekasan Lolos Seleksi Program Nasional
Kiai Kholil mengapresiasi BKPSDM beserta tim manajemen talenta yang telah menjalankan seluruh tahapan secara profesional.
Proses pelantikan juga dipastikan berlangsung objektif dan sesuai ketentuan.
Mantan anggota DPR RI itu juga mengingatkan, pelantikan bukan akhir dari perjalanan seorang aparatur.
Jabatan baru justru menjadi awal tanggung jawab yang lebih besar kepada masyarakat.
"Jangan pernah memandang jabatan sebagai simbol kehormatan. Jabatan adalah amanah sekaligus kontrak moral yang harus dibuktikan melalui kinerja. Setiap pejabat akan dievaluasi berdasarkan hasil kerja, bukan lamanya menduduki jabatan," imbuhnya.
Seluruh perangkat daerah juga diminta terus berinovasi.
Kiai Kholil mengingatkan agar program prioritas harus dipercepat, kolaborasi diperkuat, dan anggaran dimanfaatkan secara efektif agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Kepada pejabat yang baru dilantik, bupati berpesan agar tidak memutus komunikasi dengan pejabat sebelumnya.
Kesinambungan kepemimpinan harus dijaga karena pemimpin saat ini merupakan kelanjutan dari pemimpin sebelumnya.
Baca Juga: Enam Jam Delapan ABK Terombang-ambing di Laut Pasca KM Griya Idola Tenggelam
"Jangan menunggu masalah datang ke meja saudara. Turun ke lapangan, dengarkan masyarakat, pahami kebutuhan mereka, lalu hadirkan solusi yang cepat dan tepat," pesannya.
Kiai Kholil menambahkan, pelantikan tersebut merupakan hasil pertimbangan yang matang.
Sementara jabatan yang masih kosong akan segera diisi setelah seluruh persyaratan dalam sistem manajemen talenta terpenuhi.
"Kami meminta seluruh pejabat tetap bersikap low profile. Dengan begitu, masyarakat tetap memiliki ruang untuk berkomunikasi langsung dengan pemerintah dalam batas yang semestinya sehingga pelayanan publik semakin dekat dan responsif," tukasnya. (afg/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti