Ansari: Pesantren Fondasi Hadapi Era Digital

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 07:30 WIB
BERAKTIVITAS: Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari keluar dari ruang pertemuan di UIN Madura Senin (27/7). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
BERAKTIVITAS: Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari keluar dari ruang pertemuan di UIN Madura Senin (27/7). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pondok pesantren dinilai menjadi kekuatan utama Pamekasan menghadapi tantangan era digital. Modal sosial itu harus terus dijaga dan diperkuat.

Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari mengatakan, Pamekasan memiliki kekayaan yang tidak dimiliki banyak daerah, yakni tradisi pesantren, nilai keagamaan, budaya gotong royong, dan semangat kebersamaan yang masih mengakar kuat.

Menurut dia, seluruh potensi tersebut menjadi fondasi membangun masyarakat.

Modal sosial itu juga menjadi bekal menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.

”Perkembangan teknologi membawa banyak peluang. Namun, derasnya arus informasi juga memunculkan tantangan baru bagi masyarakat,” tutur politikus PDI Perjuangan itu.

Karena itu, Ansari mengingatkan bahwa budaya literasi harus terus diperkuat.

Masyarakat dituntut mampu berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum teruji kebenarannya.

”Pembangunan tidak cukup hanya membangun secara fisik berupa jalan atau gedung. Yang lebih penting adalah membangun manusianya,” ujar perempuan yang juga istri Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan Taufadi itu.

Ansari menegaskan, pembangunan manusia dimulai dari penguatan karakter.

Kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, sejarah, budaya, dan nilai keagamaan juga harus terus ditanamkan.

Dia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung upaya tersebut.

Kampus harus menjadi pusat lahirnya gagasan, penelitian, dan tradisi berpikir kritis.

Menurut Ansari, pendidikan berkualitas dan budaya literasi merupakan investasi jangka panjang.

Langkah itu menjadi bekal untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

”Saya optimistis Pamekasan dan Madura mampu berkontribusi besar. Sebab, daerah ini memiliki fondasi kuat melalui tradisi pesantren dan nilai-nilai keagamaan yang masih terjaga,” tandasnya. (afg/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
era digital perubahan zaman pesantren Komisi VIII DPR RI Fondasi