Dinkes Pamekasan Belum Terima Laporan MBG Berulat

Amin Basiri • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:39 WIB
TELEDOR: Penampakan ulat pada menu MBG di Desa Bujur Barat, Kecamatan Pamekasan.
TELEDOR: Penampakan ulat pada menu MBG di Desa Bujur Barat, Kecamatan Pamekasan.

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan belum menelusuri temuan menu makan bergizi gratis (MBG) berulat di Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar.

Dinkes Pamekasan mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. 

Sejak Senin (20/7), video temuan ulat pada menu MBG beredar luas di media sosial dan menjadi sorotan publik.

Kasus ini memunculkan pertanyaan mengenai penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan pada makanan di SPPG Yayasan As-Syafi'iyah Bujur Barat.

”Tidak ada laporan. Tapi, biasanya kami diberi tahu kalau ada kejadian, baik melalui kepala dinkes maupun teman-teman yang lain,” ungkap Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Pamekasan Achmad Syamlan kemarin (22/7).

Dia menyatakan, Dinkes Pamekasan akan melakukan investigasi setiap kali menerima laporan dalam penyaluran MBG.

Baik terkait temuan benda seperti ulat, dugaan keracunan makanan, maupun kejadian lain yang berpotensi membahayakan penerima manfaat.

”Kalau informasinya sudah lengkap hari ini, kami akan langsung tindak lanjuti melalui puskesmas untuk dilakukan pengecekan. Nanti kami minta laporan dari puskesmas,” ucapnya. 

Menurut Syamlan, pengecekan dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian, menilai keamanan pangan, serta menentukan tindak lanjut yang diperlukan guna mencegah kasus serupa.

Pihaknya berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk mengecek langsung ke lapangan.

”Kalau ulatnya itu hidup, kemungkinan besar dari buah karena tidak dimasak. Kalau ulat mati kemungkinan dari sayuran. Jadi, tidak harus dilakukan uji sampel, karena mungkin itu kelalaian dari petugas,” ungkapnya. 

Syamlan menambahkan, temuan ulat pada menu MBG juga bisa berasal dari larva lalat.

Selain kondisi dapur yang secara umum telah memenuhi standar kebersihan, juga ada proses pendinginan dan seluruh makanan juga telah dikemas (packing) sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.

”Kalau larva, itu ketika misalkan ada lalat hinggap dan bertelur, itu butuh satu hingga dua hari berubah jadi larva atau ulat. Kemungkinannya kecil,” sebutnya.

Sebelumnya, Satgas MBG Pamekasan Sukriyanto mengaku akan turun langsung ke dapur Yayasan As-Syafi'iyah untuk menindaklanjuti temuan menu MBG berulat di Desa Bujur Barat.

Di samping itu pihaknya juga akan melaporkan ke Korwil BGN Pamekasan untuk diteruskan ke BGN Pusat. 

”Kami tidak bisa memberikan sanksi. Itu kebijakan dari BGN Pusat. Kami hanya merekomendasikan saja,” pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Korwil BGN Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif belum merespons upaya konfirmasi terkait menu MBG berulat tersebut.

Hingga berita ini ditulis, panggilan telepon dan pesan yang dikirim ke nomor telepon selulernya belum dibalas meski dalam kondisi aktif. (lil/bil)

Editor : Amin Basiri
mbg berulat Desa Bujur Barat Korwil BGN Pamekasan