Bupati Kholil Dampingi Gubernur Khofifah, Tinjau Pelaksanaan Pasar Murah di Pamekasan

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 05:42 WIB
SEMANGAT: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan paket beras kepada masyarakat di pasar murah di Kecamatan Larangan, Minggu (19/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
SEMANGAT: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan paket beras kepada masyarakat di pasar murah di Kecamatan Larangan, Minggu (19/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKEASAN, RadarMadura.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (19/7). 

Upaya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi itu dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman turut mendampingi Gubernur Khofifah saat meninjau pelaksanaan pasar murah.

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meningkatkan keterjangkauan daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Baca Juga: Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Putus, Akibat Tak Mendapat Perhatian Pemkab Sumenep

”Harapan kami, dengan adanya pasar murah ini bisa menekan harga-harga di pasar, karena kami sudah mengadakan operasi pasar. Selain itu juga menambah keterjangkauan daya beli masyarakat,” ujar Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman.

Mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, pasar murah merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi yang terus dilakukan pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi.

Melalui operasi pasar, pemerintah berupaya memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

Dia berharap keberadaan pasar murah dapat memberikan dampak terhadap harga komoditas di pasar.

Sebab, selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, kegiatan tersebut juga dapat menjadi instrumen untuk menekan laju kenaikan harga.

Selisih harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah memang tidak terlalu besar.

Baca Juga: Kisah Rosyidah, Purna PMI di Indramayu yang Sukses Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut

Beberapa komoditas lebih murah sekitar Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu dibandingkan harga di pasaran.

Namun, apabila masyarakat membeli beberapa kebutuhan pokok sekaligus, total penghematan yang diperoleh akan cukup signifikan.

”Memang murahnya tidak seberapa. Tapi ketika semuanya dikumpulkan, nominal penghematannya akan menjadi sangat besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Orang nomor satu di Kota Gerbang Salam itu juga menilai kegiatan pasar murah menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat.

Terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah. Karena itu, dia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan, khususnya saat terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Bupati Kholil mengajak semua pihak untuk turut berkontribusi membantu masyarakat.

ANTUSIAS: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman memberikan paket pembelian beras kepada masyarakat di pasar murah di Kecamatan Larangan Minggu (19/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
ANTUSIAS: Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman memberikan paket pembelian beras kepada masyarakat di pasar murah di Kecamatan Larangan Minggu (19/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

Dunia usaha, pelaku usaha, maupun masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih dapat ambil bagian melalui kegiatan sosial yang meringankan beban masyarakat. 

”Kalau hanya bersandar kepada pemerintah, tentu akan sangat lamban,” sebutnya.

Dia menambahkan, Pemkab Pamekasan secara rutin menggelar rapat pengendalian inflasi setiap bulan.

Forum tersebut digunakan untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok sekaligus mengevaluasi langkah-langkah yang perlu dilakukan agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga. 

Alhamdulillah, setiap sebulan sekali kami rutin mengadakan rapat terkait upaya penekanan inflasi,” pungkasnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan, pasar murah di Pamekasan merupakan pelaksanaan ke-84 yang digelar Pemprov Jatim sepanjang 2026.

Baca Juga: Merintis Keranjang Timangan Bayi Setelah Resign, Hotimah Bisa Raup Keuntungan Rp 8 Juta Perbulan

Terdapat sebelas komoditas kebutuhan pokok yang dijual dengan harga di bawah harga pasar.

Mulai dari beras, daging ayam, minyak goreng, telur ayam, tepung terigu, hingga bawang merah serta beberapa bahan pokok lainnya.

”Pada dasarnya pasar murah ini sifatnya penjangkauan, sehingga daya beli masyarakat semakin terjangkau dan harga stabil,” sebutnya.

Khofifah juga mengatakan, pelaksanaan pasar murah juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Keterlibatan produk-produk UMKM tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses pemasaran bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat. 

”Ini upaya kami menguatkan posisi UMKM di mana saja, kita berharap naik kelas. Kalau misal ada produk yang bisa kurasi dan memenuhi syarat, kami bawa ke misi dagang,” pungkasnya. (lil/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
fluktuasi harga gubernur jatim operasi pasar kecamatan larangan pasar murah