PAMEKASAN, RadarMadura.id – Isu adanya kepentingan politik di balik rotasi dan mutasi pejabat ditepis Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman.
Dia memastikan pengisian jabatan dilakukan secara profesional melalui sistem manajemen talenta.
Menurut Bupati Kholil, hasil rotasi dan mutasi tidak akan dipengaruhi kepentingan politik maupun kedekatan pribadi.
Seluruh pejabat yang dipilih harus sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
"Saya pastikan tidak ada tendensi politik. Tapi saya juga harus ingat bahwa saya mendapat kekuasaan (menjadi bupati, Red) salah satunya dari politik," ujarnya.
Kiai Kholil menegaskan, jabatan bukan hadiah politik. Karena itu, proses pengisian dilakukan secara objektif agar birokrasi mampu bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Dia juga meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan tetap fokus bekerja dan tidak berspekulasi terkait rotasi yang akan berlangsung.
Menurutnya, setiap pejabat memiliki kesempatan yang sama sepanjang memenuhi syarat dan menunjukkan kinerja terbaik.
"Kami ingin membangun birokrasi yang profesional. Yang dilihat adalah kapasitas, integritas, dan kebutuhan organisasi," tegas bupati yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda Panempan, Pamekasan itu. (afg/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti