PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penataan parkir di RSUD dr H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan masih menyisakan pekerjaan rumah. Namun, retribusi yang disetor dari kawasan itu justru terbilang besar.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Munafi mengatakan, dalam sehari pendapatannya bisa menembus jutaan rupiah.
“Penerimaan retribusi parkir di RSUD Smart berkisar Rp 1,9 juta hingga Rp 2,5 juta per hari,” katanya.
Dia menjelaskan, setoran itu masuk ke pendapatan asli daerah (PAD). Besarnya penerimaan tersebut ditopang tingginya mobilitas kendaraan.
“Setiap hari sekitar 900 hingga 1.000 sepeda motor. Kalau mobil berkisar 30 hingga 50 unit,” ujarnya.
Di balik tingginya aktivitas itu, penataan parkir belum sepenuhnya optimal. Munafi mengakui bahwa kapasitas lahan sementara berkurang karena sebagian area belakang digunakan untuk pembangunan gedung.
Selain itu, sejumlah perangkat portal parkir juga mengalami kerusakan. Akibatnya, pengaturan kendaraan belum berjalan maksimal.
Munafi menyebut, kantong parkir mobil sebenarnya telah tersedia di bagian belakang.
Bahkan, area parkir di sisi selatan luar rumah sakit juga sudah dimanfaatkan. Hanya, banyak pengunjung tetap memilih memarkir kendaraan di area depan.
“Parkir mobil di belakang sebenarnya sudah ada. Tetapi, masyarakat tidak mau parkir di sana,” tuturnya.
Dishub kini menyiapkan skema baru untuk mengurai kepadatan di pintu masuk rumah sakit.
Petugas akan membantu memarkirkan mobil ke area belakang, lalu mengambilkannya kembali saat pemilik kendaraan hendak pulang.
Skema itu diharapkan dapat memaksimalkan kantong parkir yang tersedia sekaligus mengurangi penumpukan kendaraan di area depan.
“Tetapi, rencana ini perlu dibahas. Itu pun jika disetujui pihak rumah sakit,” tandasnya. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri