PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penyediaan lahan untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Pamekasan belum menemukan titik terang.
Namun, dinas sosial mengklaim sudah mulai mengerucut pada satu lokasi di Dusun Angsana, Desa Campor, Kecamatan Proppo.
Kepala Dinsos Pamekasan Herman Hidayat Santoso menyebut, tim perencana dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah meninjau calon lokasi gedung permanen SR, Selasa (7/7).
Pemkab Pamekasan kini masih menunggu hasil penilaian kelayakan lahan tersebut.
”Tim langsung turun ke lapangan untuk memastikan lahan itu sesuai dengan persyaratan dan kebutuhan-kebutuhan yang ada,” ungkap Herman.
Menurutnya, lahan yang diusulkan memiliki luas sekitar 10 hektare. Dari hasil pengecekan awal, lahan tersebut dinilai memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari luas, kemiringan tanah, hingga akses pendukung seperti listrik dan air.
Namun demikian, masih terdapat beberapa catatan yang harus dipenuhi Pemkab Pamekasan apabila lokasi tersebut dinyatakan layak.
Catatan tersebut nantinya akan disampaikan setelah tim pusat menyelesaikan proses penilaian.
”Tapi kami belum bisa memastikan apakah masuk atau tidak, karena masih proses. Setelah tim melihat dan menilai, nanti akan dikaji oleh tim di pusat. Kami akan melengkapi kekurangan yang menjadi catatan nantinya,” tegasnya.
Koordinator Tim Kabupaten (Katimkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan Lukman Hakim berharap pembangunan gedung permanen SR di Pamekasan segera terealisasi.
Sebab, kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa baru tahun ini akan titipkan sementara di gedung SR Kabupaten Sampang.
”Target dari pemerintah pusat tahun ini sudah bisa dimulai pembangunannya, sehingga kalau sudah rampung bisa langsung ditempati,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri