PAMEKASAN, RadarMadura.id – Layanan kesehatan di Puskesmas Larangan, Pamekasan, sempat dikeluhkan.
Keluarga pasien, Laili, menilai pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut kurang responsif dan tidak maksimal.
Warga Blumbungan itu menilai, petugas kesehatan di Puskesmas Larangan kurang sigap saat melayani sepupunya yang berobat pada Jumat (12/6).
Pasien juga disebut hanya diperiksa secara singkat tanpa pemeriksaan menggunakan stetoskop.
”Tidak ada keterangan apa pun dari dokter setelah diperiksa. Pasien hanya diberi obat dan dibawa pulang,” tuturnya.
Akibat penanganan yang dianggap tidak serius tersebut, kondisi pasien yang saat ini duduk di bangku kelas XI itu tidak menunjukkan perkembangan pasca berobat. Kondisi pasien dipasang infus di rumah pada Sabtu (13/6) malam.
”Jadi, di Puskesmas Larangan ini sering mendapat penilaian kurang baik karena pelayanan tidak ramah. Meskipun di lapangan ada petugas resepsionis yang selalu menyapa,” tuturnya.
Plt Kepala Puskesmas (Kapus) Larangan drg Farhatun Qolbiyah membantah tudingan keluarga pasien tersebut. Dia mengaku, pelayanan kepada pasien telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
”Sudah saya tanyakan ke petugas, pasien sudah diperiksa, diberi penjelasan, diberikan obat, dan dicatat dalam rekam medis sesuai SOP,” bantahnya.
Tenaga kesehatan yang akrab disapa dr Yayak itu mengeklaim, pelayanan telah diberikan secara optimal kepada pasien yang mengakses layanan kesehatan pada Jumat (12/6). Menurutnya, pasien bahkan diantar hingga ke mobil saat hendak pulang.
Pihaknya berjanji akan terus meningkatkan kualitas pelayanan di Puskesmas Larangan. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal, responsif, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
”Petugas yang bersangkutan sudah kami panggil, dibahas bersama penjaga UGD-nya terkait keluhan pelanggan, agar ke depannya memberikan pelayanan yang baik,” tukasnya. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti