PAMEKASAN, RadarMadura.id – Layanan kesehatan di Puskesmas Larangan dikeluhkan. Sebab, tenaga kesehatan (nakes) di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) itu dinilai tak responsif.
Laili, seorang anggota keluarga pasien menyatakan, kerabatnya mendatangi Puskesmas Larangan untuk berobat pada Jumat (12/6).
Namun, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, pasien dan keluarganya mendapat sambutan kurang ramah.
”Pasien tidak bisa berdiri karena badannya panas dan sempat mengalami kram. Setibanya di puskesmas, kami meminta tempat tidur untuk pasien berbaring. Memang akhirnya disediakan, tetapi respons petugas terkesan cuek,” ungkap Laili.
Sepupunya juga disebut hanya menjalani pemeriksaan singkat dan tidak dilakukan pemeriksaan menggunakan stetoskop untuk mengetahui kondisi pasien.
Lalu, hanya ditanya mengenai keluhan yang dirasakan sebelum akhirnya diberikan obat.
”Setelah ditanya, perawatnya pergi. Ditanya lagi dari kapan sakit, terus dikasih obat dan pasien pulang,” ujarnya.
Akibat penanganan yang diduga tidak serius itu, kondisi pasien yang saat ini duduk di bangku kelas XI tersebut tidak menunjukkan perkembangan positif. Pihak keluarga akhirnya terpaksa melakukan perawatan lanjutan.
”Jadi di Puskesmas Larangan ini sering mendapat penilaian kurang baik karena pelayanan tidak ramah. Meskipun di lapangan ada petugas resepsionis yang selalu menyapa,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Puskesmas Larangan drg. Yayak belum bisa dimintai keterangan berkenaan dengan keluhan masyarakat tersebut.
Dia tidak merespons saat dihubungi meskipun nomor telepon yang digunakan dalam kondisi aktif. (lil/jup)
Editor : Amin Basiri